Inovasi lainnya, Japri Ka Boss dari Dinas Pendidikan dengan inovator Supiyan, Si Modis Lutra dari Dinas Kominfo dengan inovator Nirwan, serta Pugalu SIP dari Bappelitbangda dengan inovator Ovan.
Armiady menilai, dengan adanya inovasi tersebut, pelayanan akan lebih efektif dan efisien sehingga bisa membawa perubahan baru bagi masyarakat di Bumi Lamaranginang.
“Urgensi pelayanan publik itu yakni, menciptakan pelayanan yang prima,” katanya.
Berita Terkait :
Sekda Lutra Armiady Bilang Sektor Pertanian Di Luwu Utara Tak Terdampak Covid
Kepala Bagian Organisasi Muhammad Hadi mengatakan bahwa, coaching penyusunan proposal wajib dilakukan karena proposal menjadi pintu masuk untuk terus mengikuti tahapan KIPP sebelum pengumuman pemenang.
“Dalam rapat tersebut, perlu kita sepakati jadwal coaching, karena penyusunan proposal ini penting untuk memastikan proposal kita sudah sesuai standar yang dipersyaratkan,” kata Hadi.
Dikatakan, akan ada dua coaching. Satu dilakukan di kabupaten dan yang satunya lagi di provinsi. Dia minta 10 inovator mempersilakan proposalnya dibedah bersama sebelum diSubmit ke Aplikasi JIPP. (yus)













