BERITA TERKINIINTERNASIONALPOLKUMHAM

Israel Operasi Darat Di Jalur Gaza

×

Israel Operasi Darat Di Jalur Gaza

Sebarkan artikel ini
Pasukan militer Israel operasi darat di Jalur Gaza, Palestina, untuk merebut kembali Koridor Netzarim, perbatasan Gaza utara dan selatan

MAKASSARCHANNEL.COM – Pasukan militer Israel operasi darat di Jalur Gaza, Palestina, untuk merebut kembali Koridor Netzarim.

Koridor Netzarim adalah wilayah perbatasan yang membagi antara Gaza utara dan selatan.

Militer Zionis menyatakan perebutan Koridor Netzarim untuk memperluas zona keamanan dan menciptakan penyangga parsial antara Gaza utara dan selatan.

Israel kembali menyerang Gaza, Selasa (18/3) dini hari menewaskan lebih dari 400 orang, termasuk 183 anak-anak dan 94 perempuan.

Kepala departemen pencatatan Kementerian Kesehatan Gaza, Zaher Al-Waheidi, mengatakan serangan itu merupakan yang paling mematikan sejak pecah perang.

Serangan-serangan Israel hari berikutnya menambah korban jiwa di Palestina sebanyak 20 orang. Jumlah korban tewas pun menjadi 436 orang dalam 48 jam.

Invasi Darat

“Kehadiran militer Israel di wilayah itu setara dengan invasi darat. Hal itu diperjelas oleh pernyataan militer Israel. Wilayah itu akan menjadi bagian dari titik awal atau titik peluncuran bagi pasukan pendudukan melancarkan operasi militer di wilayah tersebut,” kata jurnalis Al Jazeera Hani Mahmoud.

Israel meluncurkan serangan di Gaza di tengah gencatan senjata yang mestinya berlanjut ke fase kedua.

Namun, alih-alih lanjut ke fase kedua, Israel justru ingin fase pertama diperpanjang dan semua sandera dibebaskan selama perpanjangan waktu itu.

Hamas menolak memperpanjang fase pertama karena ingin tetap pada kesepakatan awal. Penolakan Hamas inilah yang jadi dalih Israel meluncurkan serangan kembali ke Gaza.

Resolusi Dewan Keamanan

“Mengapa kami harus mengajukan proposal sementara sudah ada perjanjian yang ditandatangani dengan pihak-pihak internasional yang bertindak sebagai penjamin?” kata penasihat media untuk kepala biro politik Hamas, Taher Al Nono, kepada Al Jazeera.

“Ada pula resolusi Dewan Keamanan. Kami telah menanggapi secara positif semua upaya yang dilakukan,” kata Taher Al Nono.

Dia melanjutkan, “Netanyahu-lah yang menarik diri dari perjanjian tersebut.”
Netanyahu-lah yang menutup mata terhadapnya. Oleh karena itu, Netanyahu-lah, bukan Hamas atau kelompok perlawanan, yang harus ditekan untuk mematuhinya. (bas)

Tinggalkan Balasan