Moechgiyarto menyebut ada beberapa sektor yang rawan terjadinya KKN dan pungli. Seperti pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, penegakan hukum, pengelolaan SDM di pemerintahan, pendapatan daerah, dan perizinan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa Provinsi Sulsel senantiasa bersinergi dengan instansi lain membuat inovasi di Sulsel dalam mencegah pungli, di antaranya memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti penerimaan gaji dan pendapatan melalui jalur non tunai, mekanisme satu pintu dalam pelayanan perizinan untuk meminimalisir terjadinya pungli dan memangkas waktu yang diperlukan.
Baca Juga :
Uniba – Kementerian Kominfo Bersinergi Untuk Program Digital Talent Scholarship
Nurddin Abdullah menyampaikan terima kasih kepada Irwasum atas kedatangannya ke Sulsel yang bisa menjadi motivasi dalam bekerja keras mencegah pungli di Sulsel dalam upaya pembangunan bangsa,”
“Di akhir acara, Irwasun Polri memberikan penghargaan kepada Provrinsi Sulsel sebagai Unit Satgas Saber Pungli Berprestasi dan Kabupaten/ Kota dengan pelayanan Publik Terbaik dan mendeklarasikan anti Pungli generasi Milenial dan kunjungan ke stand masing masing instansi dan kabupaten/kota se-Sulsel,,” tutup Tompo. (kin)













