Gegara Inflasi, Bursa Saham AS Tumbang

MAKASSARCHANNEL, NEW YORK Bursa Saham Amerika Serikat beraeksi negatif setelah pemerintah merilis laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Data inflasi tersebut mendorong Bank Sentral AS, The Federal Reserve, untuk lebih agresif mengerek suku bunganya pekan depan. Ketiga indeks saham utama AS merosot tajam setelah kenaikan empat hari berturut-turut. Indeks saham tersebut mencatat penurunan harian terbesar sejak Juni 2020.

Pada penutupan perdagangan, Selasa (13/9/2022), Dow Jones Industrial Average turun 1.276,37 poin atau 3,94 persen menjadi 31.104,97. Sementara Nasdaq Composite turun 632,84 poin atau 5,16 persen menjadi 11.633,57.

Berita Terkait :

Indeks S&P 500 kehilangan 177,72 poin atau 4,32 persen menjadi 3.932,69. Semua sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah.

Saham sektor komunikasi, konsumer dan saham teknologi anjlok lebih dari 5%. Sementara saham sektor semikonduktor subset teknologi merosot 6,2 persen. (bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *