Puisi Parni Hadi Di Milad Dompet Dhuafa

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Parni Hadi, menghadiri perayaan milad ke-29 Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (2/7/2022).

Usai memotong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas capaian insan Dompet Dhuafa berbagi kebaikan kepada sesama, Parni Hadi yang juga inisiator Dompet Dhuafa membacakan puisinya.

Berikut puisi Parni Hadi tentang trilogi kemiskinan dan bencana yang bisa menjadi renungan bagi seluruh insan Dompet Dhuafa dan masyarakat Indonesia;

Orang Miskin Pindah Tempat
(oleh : Parni hadi)

Orang miskin pindah tempat,
dari desa ke kota dan pinggirannya.
Wajah kemiskinan tetap melekat,
sedikit beda cuma gaya penampilannya.
Dari orang desa menjadi orang kota,
gaya bicara dan pakaian coba beda,
tapi kebiasaan lama tetap seperti biasa.
Ini gegara urbanisasi.
Desa tidak menarik lagi,
terutama bagi kawula muda
untuk mengais rejeki.
Berbondong mereka pindah ke kota
dengan bekal kemampuan seadanya.
Jadi buruh ongkos murah.
Kota jadi penuh tumpah ruah.
Orang, di mana-mana orang!
Di jalan-jalan, gang-gang dan rumah-rumah sempit yang dikontrak.
Mereka kawin mawin dan beranak pinak.
Macet dan kumuh di mana-mana.
Bencana perkotaan mengintai,
gegara over populasi orang miskin.
Desa harus dibangun, dibuat menarik agar mengundang rejeki.
Desa wisata jadi opsi.
Ini bisa kurangi arus urbanisasi.
Kemiskinan perkotaan perlu ditanggulangi sambil bersiap hadapi bencana akibat kemiskinan.
Urban Disaster Management (UDM) jadi sebuah pilihan.

Sebagai informasi, Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 29 tahun, Dompet Dhuafa berkontribusi pada layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *