Istri Edy Rahmat Jadi Saksi Kasus Suap Nurdin Abdullah

MAKASSARCHANNEL.COM – Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan istri mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan Edy Rahmat sebagai saksi dalam suap infrastrutktur terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat.

Pemeriksaan saksi dalam perkara kasus suap Nurdin Abdullah itu berlangsung di Ruang Sidang Utama Prof Harifin A.Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (2/9/2021). Selain menghadirkan Hikmawati (istri Edy Rahmat) dan mantan sopir Nurdin Abdullah bernama Husain untuk bersaksi, JPU KPK menghadirkan pula tiga saksi lainnya.

Sebelum memberikan kesaksian, Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palini menanyakan kesediaan Hikmawati menjadi saksi. Itu dilakukan, karena keluarga terdakwa memiliki hak menolak memberi kesaksian.

Sidang dipimpin Ibrahim Palino, didampingi dua Hakim Anggota, yaitu M. Yusuf Karim, dan Arif Agus Nindito. Terdakwa Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat hadir secara virtual di Jakarta melalui aplikasi zoom didampingi penasehat hukumnya.

Dalam kasus ini, Edy diduga melakukan atau turut serta dalam perbuatan menerima hadiah atau janji untuk Nurdin Abdullah. Edy menerima uang tunai sejumlah Rp2,5 miliar dari Agung Sucipto selaku pemilik PT Agung Perdana Bulukumba dan PT Cahaya Sepang Bulukumba.

Berita Terkait :
Saksi Bilang Nurdin Abdullah Pesan Menangkan Kontraktor Tertentu

Diduga uang tersebut diberikan agar NA selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan memberikan persetujuan bantuan keuangan terhadap Proyek Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai Tahun Anggaran 2021 dikerjakan oleh perusahaan yang digunakan Agung Sucipto dan Harry Syamsuddin.

Atas perbuatanya itu, keduanya diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *