Andi Darussalam Wafat, Ini Sosoknya

MAKASSARCHANNEL.COM – Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kabar duka menyelimuti dunia sepakbola Sulawesi Selatan. Andi Darussalam Tabusalla (ADS) wafat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Senin (16/8/2021) pukul 23.35 Wita, di usia 70 tahun.

Di peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Selasa (17/8/2021) pagi, saat jenazah masih disemayamkan di rumah duka di Jl Hertasning No 52A, Makassar, Selasa (17/8/2021), sejumlah keluarga dan kerabatnya datang melayat. Dia dimakamkan di TPU Panaikang Makassar.

Karangan bunga ucapan belasungkawa berjejer di tepi jalan dekat kediamannya, antara lain dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi.

Andi Darusallam Tabusalla, lahir di Surabaya, 25 Agustus tahun 1950. Kariernya di dunia olahraga, dimulai tahun 1970-an ketika mendapat amanah menjadi Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jakarta.

Dari tangan dinginnya, ia sukses melahirkan banyak pecatur hebat di Indonesia seperti Utut Adianto, Edi Handoko, dan banyak pecatur nasional lainnya yang lahir dari hasil binaannya.

Kecintaannya terhadap dunia olahraga, membawanya ke dunia sepak bola. Dia pernah menjabat sebagai pembantu umum, saat klub Makassar Utama lahir. Suami Andi Tenriangka Yasin Limpo ini juga menjadi penghubung Makassar Utama dengan Liga Sepak Bola Utama (Galatama), ketika itu.

Dari situ, Andi pun menunjukkan kemampuan manajerialnya saat berkontribusi ke Timnas Indonesia, sebagai manajer. Dia menemani Timnas Indonesia tampil di Piala Kemerdekaan 1988, dan ke putaran final Piala Asia di China tahun 1990.

Setelah berkontribusi untuk Skuat Garuda, Andi Darussalam Tabusalla pun didapuk menjadi Ketua Badan Liga Indonesia pada tahun 2008. Sosoknya yang senior di dunia sepak bola Tanah Air, membuatnya berhasil menjadi penengah atas kisruh dualisme antara PSSI dan KPSI tahun 2013 silam. Berhasil menyatukan keduanya, di bawah kepemimpinan Djohar Arifin.

Andi Darussalam juga sempat menjabat sebagai Ketua KONI Sulsel pada tahun 2013 hingga 2017. Selain sepak bola, Dia juga pernah menjadi pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), dan Persatuan Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).

Pria berusia 70 tahun itu pernah mengungkap beberapa skandal yang terjadi di dunia sepak bola Indonesia dalam sebuah program televisi Mata Najwa, tahun 2018 lalu.

Sebagai contohnya, Andi mengungkapkan banyak klub yang kerap datang kepadanya untuk meminta bantuan, ketika dirinya masih menjabat sebagai Ketua Badan Liga Indonesia.

“Saya tidak pernah terlibat pengaturan skor. Tapi saya tahu klub-klub sering mendatangi saya meminta tolong. Nah, itu tidak satu atau dua klub,” kata ADS.

“Mereka meminta tolong agar wasit bersikap netral. Dan saya pastikan itu, jika wasit tidak bersikap netral tentu saya akan memberikan punishment,” katanya kala itu.

Andi juga membeberkan skandal suap yang terjadi di final Piala AFF 2010 leg pertama, antara Malaysia vs Timnas Indonesia.

“Saya katakana, ketika ramai orang-orang mengatakan seolah-olah semua ini diatur dengan saya sebagai manajer. Dari situ, saya mencari tahu. Dan saya yakin di pertandingan 3-0, saya dimainkan. Tetapi saya tidak punya bukti,” ujar Andi. (res)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *