Sinjai Banjir, RSUD Dan Kantor Pemerintah Terendam

MAKASSARCHANNEL.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Sulawesi Selatan, mendata jumlah rumah yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di tiga kelurahan dan satu desa, Jumat (9/7/2021) hari ini.

“Pada banjir kemarin, ada 200 unit lebih rumah yang terendam dan tiga unit rumah tertimpa tanah longsor,” kata Kepala BPBD Sinjai, Budiaman, Jumat (9/7/2021).

Rumah sebanyak 200 unit itu tersebar di Kelurahan Biringere, Kelurahan Balangnipa, separuh di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara. Sebagian lagi berada di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur.

Selain 200 unit rumah, kantor pemerintah di kelurahan tersebut ikut terendam. Termasuk Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai, Pondok Pesantren Al Markaz Sinjai, Markas Kodim 1424 Sinjai, dan RSUD Sinjai.

Sedang tiga unit rumah yang terdampak tanah longsor terletak di Lingkungan Taipa, Lingkungan Batupake, masing-masing tiga unit rumah.

Berita Terkait :
Kota Sinjai Banjir

Para korban banjir ini umumnya membutuhkan bahan pokok makanan karena beras mereka ikut terendam.

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa mengantarkan langsung warganya yang terkena banjir dan tanah longsor.

Warga yang terdampak banjir menyebut, peristiwa banjir ini merupakan yang terbesar setelah banjir bandang tahun 2006 di Kabupaten Sinjai. Air yang naik dipermukaan jalan utama di Sinjai antara 50 centimeter hingga 150 centimeter.

Saat banjir tiba, para pegawai perkantoran di Sinjai memindahkan dokumennye ke tempat yang lebih tinggi. Pasca banjir, sejumlah kantor pelayanan publik di Sinjai terhenti karena ruangan mereka dimasuki air dan lumpur.

Bupati Sinjai mengungkap bahwa penyebab banjir tersebut karena curah hujan meningkat selama delapan jam. Di saat yang sama, air pasang laut di Teluk Bone naik, sehingga air banjir hujan tertahan di dalam Kota Sinjai. (fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *