Sebut Agung Sucipto Di Sidang Hak Angket, Jumras Jadi Saksi Kasus Suap Nurdin Abdullah

MAKASSARCHANNEL.COM – Sidang lanjutan Agung Sucipto, terdakwa penyuap Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, berlangsung di Ruang Sidang Utama Prof Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (24/6/2021), dengan agenda pemeriksaan saksi kelima.

Dalam sidang dengan Nomor perkara 34/pid.Sus-TPK/2021/PN Mks, yang terdaftar sejak tanggal 5 Mei 2021, itu ada dua saksi yang dihadirkan, yakni Nuryadi, sopir pribadi Agung Sucipto, dan mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras, yang pernah menyebut nama Agung Sucipto pada Sidang Angket DPRD Sulsel 2019 lalu.

Dalam Sidang Hak Angket yang masih ditunggu-tunggu diketahui hasil akhirnya itu, para legislator DPRD Sulsel menelisik peran Agung Sucipto kontraktor asal Bulukumba yang banyak menangani proyek. Akhirnya, Jumras pun menceritakan keterkaitan Agung Sucipto dan Nurdin Abdullah.

Pada pertemuannya dengan Nurdin Abdullah saat itu, Jumras dituduh meminta fee proyek kepada dua pengusaha.

Berita Terkait :
KPK Sebut Presiden Di Penangkapan Nurdin Abdullah

“Sebelum saya tinggalkan tempat itu, saya sampaikan anggu (Agung Sucipto) itu menunjuk bapak bahwa pada saat Pilkada Bapak dibantu Rp 10 M,” ujar Jumras saat itu.

Hanya saja, belakangan Jumras telah meminta maaf kepada Nurdin Abdullah atas kejadian itu.

Sebagai informasi, terdakwa Agung Sucipto adalah pemilik PT Agung Perdana Bulukumba dan PT Cahaya Sepang Bulukumba. Ia diduga melakukan praktik suap menyuap terhadap Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat terkait pembangunan proyek infrastruktur, agar Agung Sucipto dipilih untuk menggarap proyek di Sulsel pada tahun anggaran 2021. (mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *