Raymond Anak Buah Agung Sucipto Sebut Mantan Bupati Bulukumba Di Persidangan

MAKASSARCHANNEL.COM – Lanjutan sidang kasus suap Agung Sucipto terhadap Gubernur Sulawesi Selatan non aktif Nurdin Abdullah di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (10/6/2021), menguak sejumlah informasi baru.

Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Raymond Halim, saat dihadirkan sebagai saksi di sidang kasus suap Agung Sucipto mengungkapkan, adanya kode ‘Gedung Putih’ dalam transaksi suap yang dilakukan terdakwa.

Kode Gedung Putih itu diungkapkan Raymond Halim menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pesan yang dikirimkan Raymond ke Agung via WhatsApp (WA).

“Saya disuruh catat istilah gedung putih untuk penyetoran fee 5 persen untuk Gub, dikurangi untuk Pak Sukri (Mantan Bupati Bulukumba),” ujar Raymon menjawab pertanyaan JPU saat menjadi saksi di Ruang Sidang Utama, Prof Harifin A. Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (10/6/2021).

Raymon mengaku, tidak paham secara detail apa yang dimaksud dengan ‘Gedung Putih’ dan fee yang dimaksud Agung Sucipto selaku pemilik PT Agung Perdana Bulukumba, pada 25 Februari 2021.

Berita Terkait:
Saksi Ungkap Cara Nurdin Abdullah Minta Duit Kepada Kontraktor

“Saya tidak tahu maksudnya apa. Saya hanya diminta untuk mencatat. Pak Agung sering minta saya mencatat agar nantinya bisa diingatkan,” kata Raymond.

Mendengar penjelasan Raymon yang mengaku tidak tahu maksud kode Gedung Putih, sementara Dia adalah Diretur PT Agung Perdana, Ketua majelis hakim Tipikor, Ibrahim Palino, menyela dan menyuruh saksi agar berkata jujur dalam persidangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *