Aklamasi Pimpin Golkar Gowa, Ini Janji Ambas Syam

MAKASSARCHANNEL.COM – Politisi senior Partai Golkar, Ambas Syam, terpilih secara aklamasi memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa, pada Musyawarah Daerah X di Hotel Grand Town, Makassar.

Dalam Musda Partai Golkar Kabupaten Gowa yang berlangsung, Sabtu (5/6/2021) itu, Ambas Syam ditetapkan sebagai ketua hanya kurang dari satu jam sejak sidang dibuka.

Zulkarnain Arief yang memimpin sidang menetapkan Ambas Syam sebagai ketua terpilih karena hanya satu bakal calon yang memenuhi syarat. Tiga rivalnya yakni; Muh Yusuf Sommeng, Hoist Bachtiar, dan Andi Muh Ishak, dinyatakan tidak lolos pencalonan karena tidak mengantongi diskresi Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe, berharap Ambas Syam mampu mengembalikan kejayaan partai beringin di Kabupaten Gowa.

Sebagai informasi, saat ini, Partai Golkar hanya menempatkan tiga kadernya dari total 45 kursi DPRD Kabupaten Gowa. Kalah jauh dibandingkan dengan Partai Persatuan Pembangunan yang mengontrol 8 kursi, Gerindra 7 kursi, Demokrat 6 kursi, dan Nasdem 5 kursi.

Berita Terkait :
PKS Ke Adnan-Kio Di Pilkada Gowa

“Saya berharap Pak Ambas Syam menaikkan jumlah kursi 300 persen menjadi 9 kursi di pemilu 2024,” kata Taufan Pawe.

Sementara itu, Ambas Syam menargetkan Partai Gokar akan mengulang kejayaan di pemilu 2024. Ia ingin meraih sembilan kursi di DPRD Kabupaten Gowa.

“Golkar perlu melakukan penguatan kelembagaan. Golkar Gowa perlu tinjau kembali struktur. InsyaAllah pileg 2024 bisa kita menangkan. Dari 3 jadi 9 atau 10 kursi,” janji Ambas Syam.

Bagi politisi senior Partai Golkar ini, mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Gowa bukanlah pekerjaan mudah. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah bakal merangkul semua pihak. Melakukan konsolidasi internal dan konsolidasi eksternal.

Ambas Syam juga mengaku akan membangun hubungan baik dan berkomunikasi dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

“Saya selalu komunikasi dengan Pak Bupati Gowa, dalam rangka Musda kita harus melapor ke dia. Apalagi, dia tokoh Golkar dan kepala daerah tidak boleh saya tinggalkan,” katanya. (mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *