Wali Kota Palopo Judas Amir Ikut Rakor Yang Dipimpin Presiden Jokowi

MAKASSARCHANNEL.COM – Wali Kota Palopo, HM Judas Amir MH, mengikuti Rapat Koordinasi Pengarahan Presiden kepada kepala daerah Se-Indonesia Tahun 2021 secara virtual di Ruang Rapat Pimpinan Lt III Kantor Wali Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (28/4/2021).

Mengutip rilis yang diterima dari bagian Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palopo, Rabu (28/4/2021), dalam Rakor tersebut hadir pula Wakil Wali Kota Palopo Ir H Rahmat Masri Bandaso M.Si, Sekretaris Daerah Drs Firmanza DP SH M.Si, dan para Asisten Setda Kota Palopo, serta unsur Forkopimda Palopo.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi.

Dikatakan, “Terjadi lonjakan Covid-19 yang sangat eksponensial menjadi 350 ribu kasus aktif perhari yang menjadi kehati-hatian kita semuanya. Jadi, jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angka Covid ini. Dan hati hati yang namanya libur panjang di Idul Fitri karena di semua daerah mulai terjadi kenaikan.”

Presiden Jokowi mengatakan, “Kita perlu kendalikan dan buat peraturan bagi yang mau mudik karena sangat penting sekali sebelum ada larangan mudik karena yang mau mudik ada 89 juta orang dari 33 persen penduduk kita dan begitu ada larangan mudik turun menjadi 11 persen.”

Berita Terkait :
Wali Kota Palopo Silaturahmi Virtual Dengan Menkopolkam

Dia juga menekankan pertumbuhan ekonomi di daerah tidak naik kalau uangnya disimpan di bank. Hati-hati.

“Saya sudah sampaikan bolak-balik ke menteri untuk mengingatkan semua daerah agar menyegerakan belanja APBD, belanja aparatur, maupun belanja modal. Yang paling penting belanja modal disegerakan sehingga terjadi peredaran uang yang ada di daerah.”

Presiden mengingatkan agar semua pihak hati-hati, dana Rp 82 triliun segera di belanjakan agar uang berputar di masyarakat dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil.

“Kunci pertumbuhan ekonomi nasional kita ada di investasi. Kalau ada investasi, artinya ada tambahan peredaran uang di daerah maupun secara nasional. Kalau ada investasi, artinya pajak kita akan naik. Kalau ada investasi di sebuah daerah, artinya akan terbuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya,” kat Jokowi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan bahwa saat ini, ada 542 pemerintah daerah otonom. Rinciannya, 34 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Selain itu, terdapat juga enam daerah administratif yaitu satu kabupaten administratif, dan lima kota amistratif yang terletak yang terletak di Provinsi DKI Jakarta. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *