Nurdin Abdullah Bakal Lebaran Di Tahanan KPK

MAKASSARCHANNEL.COM – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah dan mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat.

Keduanya tersandung dugaan kasus suap dan gratifikasi proyek infranstruktur di Sulawesi Selatan dan saat ini sementara mendekam di tahahan menunggu proses kasusnya berlanjut.

“Update kasus dugaan TPK suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel TA 2020-2021,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan WhatsApp, Senin (26/4/2021).

“Masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan pertama dari Ketua PN (Pengadilan Negeri) Makassar. Terhitung sejak tanggal 28 April 2021 sampai dengan 27 Mei 2021,” tambah Ali Fikri.

Berita Terkait :
KPK Periksa PNS Pemkab Bulukumba Terkait Kasus Suap Nurdin Abdullah

Menurut Ali Fikri, “Penetapan tersebut dilakukan pada Jumat (25/4/2021), kemarin. Berita acara perpanjangan penahanan telah dilaksanakan pada Jumat, 23/4/2021.”

“Masing-masing tahanan, ditahan di Rutan sebagai berikut. Tsk NA ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Tsk ER ditahan di Rutan KPK Kavling C1,” tambah Ali Fikri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *