Minggu Pagi Di Jl Boulevard Makassar

PAGI masih belia, Sang Raja Siang pun belum menampakkan wajahnya terhalang awan hitam yang bergelayutan. Kendati demikian, biasnya telah menyinari angkasa, menerangi bumi.

Saat itu, banyak warga sudah mulai memadati salah satu jalan utama di Kawasan Panakkukang Makassar yang tak pernah sepi dari lalu lalang pengendara ditingkahi bisingnya suara knalpot kendaraan bermotor roda dua.

Seperti biasanya, warga menggunakan area tersebut untuk menikmati udara pagi, saban hari Minggu. Sebelum pandemi Covid-19, poros jalan ini digunakan berolahraga dalam kemasan Car Free Day.

Di ujung barat, kira-kira sepelemparan batu dari Jalan AP Pettarani, sekelompok warga mengikuti senam dipandu seorang instruktur bertubuh atletis. Olahraga ringan yang memanfaatkan halaman jejeran ruko di sisi jalan sebelah utara itu, dikoordinir oleh Club Savanna. Nama ini ketahuan dari brosur yang disebar sebagai undangan untuk bergabung dalam klub tersebut.

Bergeser sedikit ke timur, terlihat sejumlah lapak sudah terisi aneka jenis jualan yang didominasi makanan dan minuman ringan, siap memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin mengisi perut setelah berolahraga.

Di antara jejeran lapak makanan dan minuman, ada juga jualan jenis lain semisal pakaian jadi, jam tangan, tas pinggang, sepatu, dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya. Suasana ini diramaikan pula oleh kehadiran beberapa pemulung dengan gerobak dorongnya.

Di jalur selatan Jalan Boulevard, ada juga sejumlah lapak jualan. Namun tidak sepadat di sisi jalan sebelah utara. Di bagian jalan ini, ada beberapa mobil toko yang parkir membelakangi badan jalan.

Disebut mobil toko, karena bagian bagasi mobil itu dijadikan lapak jualan oleh pemiliknya. Satu di antaranya menjajakan pot beserta kembang yang pernah popular karena harganya yang tidak terduga. Banyak pejalan kaki tertahan langkahnya sekadar melihat-lihat pajangan aneka kembang dan pot beragam ukuran.

Terlihat pula beberapa emak-emak asyik mendorong kereta bayi, pun anak-anak yang yang bergerak dinamis di atas sepatu rodanya. Di depan Bank BCA terparkir rapi puluhan sepeda, ditunggui pengendaranya yang berkostum seragam.

Aktivitas warga yang semakin padat, saban hari Minggu pagi ini, sebenarnya menyimpan potensi rawan. Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi setiap saat. Bahkan senggolan sudah kadang muncul secara tak sengaja. Meski semuanya terlihat masih menganggapnya lumrah.

Itu karena sejumlah pengendara, secara sadar membawa masuk kendaraan bermotornya ke area jalan tersebut, ketika kebanyakan warga justru memilih berjalan kaki, menikmati udara pagi yang belum terpapar polusi asap kendaraan.

Seliweran kendaraan terlihat bebas melaju. Beberapa di antaranya berhenti di depan lapak, ada yang sekadar mengintip jualan yang terpajang. Ada pula yang sengaja meninggalkan kendaraannya, turun membeli barang yang diinginkannya. Mobil dihentikan di badan jalan dalam keadaan mesin on. Sebuah kecorobohan luar biasa yang bisa mencelakakan banyak orang.

Mungkin sudah saatnya Pemerintah Kota hadir lagi di tempat itu, seperti ketika area tersebut dijadikan kawasan Car Free Day secara resmi. Area yang memberi kebebasan kepada pejalan kaki berolahraga ringan nan murah, namun sarat manfaat.

Kehadiran pemerintah amat penting untuk mengatur mereka yang belum bisa mengatur diri sendiri. Mereka yang memunculkan kesan merampas kebebasan warga yang ingin menikmati udara segar dengan berolahraga ringan.#SalamIkhlas

M Rusdy Embas, Pemimpin Redaksi MAKASSARCHANNEL.COM, #carfreeday#jalanboulevard#bankbca#makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *