Usai Periksa 7 Anak Buah Nurdin Abdullah, KPK Lakukan Ini

MAKASSARCHANNEL.COM – Usai memeriksa tujuh Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait kasus yang melilit Gubernur non aktif Sulsel Nurdin Abdullah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelisik bukti-bukti lainnya.

Tujuh anak buah Nurdin Abdullah yang diperiksa di Mapolda Sulsel, beberapa hari lalu, adalah; Herman Parudani, Ansar, Hizar, Suhasril, Yusril Mallombasang, Asirah Massinai, dan Astrid Amirullah.

Diketahui, KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga turut menetapkan dua orang tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini yakni; Edy Rahmat (Sektetaris Dinas PUPR Sulsel) dan Agung Sucipto (kontraktor asal Kabupaten Bulukumba).

Dalam kasus ini, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat dijerat sebagai penerima sementara Agung Sucipto diduga penyuap.

Berita Terkait :
KPK Tanya Nurdin Abdullah Teknis Penyerahan Fee Proyek

“KPK menetapkan tiga orang tersangka, sebagai penerima NA dan ER, sebagai pemberi AS,” ujar Firli dalam keterangan yang diterima, Sabtu (13/3/2021).

Para saksi tersebut, lanjut Ali Fikri, didalami pengetahuannya terkait dengan proses awal dilakukannya lelang pekerjaan proyek jalan ruas Palampang- Munte-Botolempangan yang dimenangkan PT CSP.

Fikri menjelaskan, pemeriksaan yang terhadap tujuh ASN Pemprov Sulsel yang dilakukan di Polda Sulsel itu, sekalius memenuhi perkara Gubernur non aktif Sulsel Nurdin Abdullah yang kini semntara berproses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *