Kejari Luwu Utara Tahan 3 ASN Distan, Ini Alasannya

MAKASSARCHANNEL.COM – Kejaksaan Negeri Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tahan tiga oknum pegawai Dinas Pertanian Lutra terkait penyalahgunaan dana bantuan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara.

Mereka tersandung dugaan kasus korupsi dana bantuan padat karya produktif infrastruktur dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara tahun anggaran 2020.

“Tiga tersangka berinisial YFA, BS, dan HS ditahan Kejari Luwu Utara, Rabu (24/2/2021), di Rutan Mappedeceng,” kata Kejari Lutra Haedar di Kantor Kejari Masamba, Jalan Simpurusiang, Luwu Utara.

Kajari Haedar menjelaskan, ketiganya dinyatakan sebagai tersangka terkait proyek bantuan padat karya produktif infrastruktur, prasarana pertanian, anggaran tahun 2020 Dinas Pertanian Kabupaten Lutra. Mereka memotong dana tersebut sebesar 35 persen untuk setiap kelompok tani.

Berita Terkait :
Pegawai Kejari Lutra Tes Urine, Hasilnya?

Disebutkan bahwa Gapoktan di Desa Sumber Wangi dan Sumber Harum mengakui memberikan uang sebesar 35 persen kepada fasilitator kelompok tani atas perintah dan petunjuk dari oknum pada Dinas Pertanian Lutra dan oknum fasilitator Gapoktan.

Dari persentase potongan dana bantuan itu, lanjut Haedar, Kejari Lutra telah mengamankan uang tunai sebesar Rp300 juta dan mungkin masih akan bertambah jumlahnya.

Kajari Lutra Haedar menyebut, jumlah pagu anggaran sebesar Rp1 milliar sudah bergulir di meja penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lutra.

Dikatakan, tersangka melakukan pemotongan dana sebesar 35 persen itu untuk biaya administrasi dan ATK, padahal dalam petunjuk teknis kegiatan biaya administrasi dan ATK hanya 3 persen dari anggaran yang diberikan.

Jaksa, lanjut Haedar, lebih spesifik mengarah ke pejabat terkait di Pemda Lutra yang mengetahui perjalanan bantuan proyek yang dicairkan 100 persen ini. (yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *