Dugaan Diskriminasi Harga Tanah Di Bendungan Pammukulu Takalar, Tim Appraisal Lahan Bungkam

MAKASSARCHANNEL.COM – Salah satu tokoh masyarakat Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar, Haji Djamaluddin, mengaku kecewa terhadap tim appraisal lahan Bendungan Pammukulu, karena berlaku diskriminatif dalam membayar pembebasan lahan bendungan tersebut.

Saat ditemui di kediamannya di Jl Sultan Hasanuddin, Takalar, Senin(22/2/2021), Djamaluddin mengatakan, “Ketika sosialisasi dilakukan oleh Biro Hukum dan Pemerintahan di Aula Pabrik Gula Takalar, 22 Nopember 2015, tentang manfaat Bendungan Pammukulu bagi masyarakat Takalar, sejak itu saya bertekad untuk membantu sesuai kemampuan.”

Karena manfaat bila Bendungan Pammukulu sudah beroprasi antara lain dapat mengairi 6.500 hektare sawah, penanggulangan banjir di Ibu Kota Kabupaten Takalar, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) diperkirakan 2,5 Megawatt, dan ketersediaan air bersih.

Pensiunan PNS tersebut mengukapkan, salah satu bentuk bantuannya adalah saat terjadi dead lock. Saat itu, masyarakat menolak tanahnya diukur jika lahan yang telah diukur tidak dibayar.

Berita Terkait :
DPRD Takalar Anulir Pemecatan Perangkat Desa Kale Ko’mara

“Saya mengusulkan kepada Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) saat pertemuan di aula kecamatan, agar tanah saya dan keluarga lebih dulu diukur. Masyarakat pun urung menolak dan mempersilakan panitia melanjutkan proses pengukuran. Bahkan, tanah saya yang paling akhir diukur,” ungkap Djamaluddin.

“Sebetulnya apa yang telah saya lakukan membantu Tim P2T maupun appraisal tak bagus diungkapkan, tetapi saya didzolimi sehingga terpaksa saya bicara,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *