Dana BOS Jangan Dipakai Beli APK Paslon Bupati

MAKASSARCHANNEL.COM – Ketua Komite SDN 027 Limpomajang, Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Amordi, mengatakan, dana BOS jangan digunakan membeli spanduk untuk paslon Bupati/Wakil Bupati.

“Dana BOS kita adaptasi selama masa krisis ini untuk digunakan membeli kuota pada guru dan siswa. Jadi diperbolehkan dana BOS untuk menambah subsidi kuota siswa, tapi jangan dibelikan dan menyetor kegiatan Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu calon Bupati/Wakil Bupati,” kata Amordi, Minggu (18/10/2020) sore.

Amordi mengatakan, penggunaan dana BOS untuk pembelian kuota internet menjadi kewenangan kepala sekolah sesuai arahan Mendikbud. Karena kepala sekolah yang berhak mengatur penggunaan dana BOS.

Berita Terkait :
Bupati Indah Bagikan 1794 Tablet Gratis Untuk Pelajar Lutra

“Dana BOS itu terserah kepala sekolah bagaimana mengalokasikannya. Tetapi ada butir-butir ini yang aturan diberikan diskresi kepala sekolah untuk menggunakan.” lanjutnya.

Seperti diketahui, selama wabah Covid-19 di Indonesia, Mendikbud menerapkan sejumlah kebijakan yang mengharuskan proses pembelajaran dilakukan dari rumah.

Beberapa sekolah diketahui mencari cara untuk menemukan metode pembelajaran secara daring. Pemerintah tidak keberatan karena sekolah yang lebih mengetahui kondisi siswanya di tempat itu.

Misalnya, ujar Amordi, ada sekolah yang proses pembelajarannya hanya melalui Whatsapp saja. Ada pula yang memakai aplikasi-aplikasi berbasis video meeting virtual seperti Zoom, Google Classroom, Skype dan sebagainya. (yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *