Soal Dosen Korban Salah Tangkap, Ini Janji Humas Polda Sulsel

MAKASSARCHANNEL.COM – Seorang dosen UMI Makassar berinisial AM turut diamankan petugas kepolisian ketika berada di lokasi, saat aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di Makassar, 8 Oktober 2020, di depan Kantor Gubernur Sulsel.

Atas insiden tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menyampaikan turut prihatin.

Ibrahim mengatakan, situasi saat itu terjadi unjuk rasa hingga malam yang berujung anarkis, sehingga prosedur pengamanan oleh aparat Polri adalah membubarkan massa yang didahului imbauan melalui sound sistem dengan jangkauan sekitar dua km sehingga cukup jelas terdengar oleh semua pihak.

Karena pendemo tetaap anarkis, lanjut Kombes Ibrahim, aparat melakukan penyemprotan melalui water canon dilanjutkan penembakan gas air mata untuk mengurai massa, petugas juga tetap mengimbau warga dan massa membubarkan diri dan meninggalkan tempat, kemudian akhirnya Dalmas mendorong dan menghalau massa.

“Ya seharusnya, dalam kondisi tersebut, warga yang bijaksana tentu bisa menilai situasi yang sedang terjadi dan sudah pasti akan meninggalkan tempat itu, “kata Kabid Humas melalui rilis yang diterima media ini, Senin (12/10/2020).

Berita Terkait :
Hadapi Unjuk Rasa Penolakan Omnibus Law, Kapolri Perintahkan Ini

Setelah rangkaian prosedur itu dijalankan kemudian dilanjutkan dengan mekanisme untuk mengamankan pelaku unjuk rasa yang masih berada pada lokasi tersebut, karena dikhawatirkan mereka kembali akan berbuat anarkis.

Selain itu, dengan situasi dan kondisi yang chaos serta prosedur yang sudah dilaksanakan oleh aparat sudah tidak diindahkan, maka patut dan wajar jika keberadaan orang-orang yang masih di tempat tersebut dicurigai sebagai pelaku kerusuhan , karena secara terang- terangan mereka tidak mematuhi imbauan petugas melalui sound sistem untuk membubarkan diri, dan bahkan melawan perintah aparat.

“Untuk itu sesuai kewenangan di dalam KUHAP, undang-undang membolehkan petugas memeriksa, memberhentikan, dan mengamankan seseorang yang dicurigai di tempat kejadian. Terkait dengan kondisi itu, ada beberapa orang yang diamankan termasuk AM ini,” kata Kabid Humas.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait prosedur yang dilaksanakan oleh petugas di lapangan, karena kita akan menyampaikan fakta yang tepat.
“Untuk itu, kita akan memberikan jawabannya jika pemeriksaan dan pendalamannya selesai dan lengkap,” kata Kabid Humas. (kin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *