Nelayan Pulau Kodingareng Dan Pendamping Hukum Ngaku Diintimidasi Polisi

MAKASSARCHANNEL.COM – Nelayan Pulau Kodingareng Lompo, Suaib Pasang, bersama tim Pendamping Hukumnya dari LBH Makassar mengaku diintimidasi oleh polisi saat menjalani pemeriksaan di Dit Polairud Polda Sulsel, Kamis (1/10/ 2020).

Siaran Pers YLBHI, KontraS & LBH Makassar yang diterima redaksi, menyebutkan, nelayan Pulau Kodingareng Lompo, Suaib Pasang, ditemani tim Pendamping Hukumnya memenuhi undangan klarifikasi Dit Polairud Polda Sulsel, Kamis (1/10/ 2020), sekitar pukul 10:30 Wita.

Disebutkan, Suaib yang diperiksa mulai pukul 10:49 Wita mengaku, mengalami kekerasan yang diduga pelakunya adalah oknum Polairud. Dia dicerca pertanyaan dengan nada tinggi. Pukul 11.45 Wita, pemeriksaan dihentikan sementara karena istrahat, salat, dan makan.

Saat pemriksaan dilanjutkan pukul 13:33 Wita, Penyidik menanyakan pemberitaan di media yang mengutip pernyataan Suaib mengenai penggeledahan salah satu rumah nelayan yang diduga dilakukan secara tidak sah.

Atas pertanyaan tersebut, Pendamping Hukum meminta penjelasan kepada penyidik, mengenai hubungan pertanyaan itu dengan kasus yang sedang diperiksa saat itu. Tapi penyidik spontan memukul meja dan mengusir Pendamping Hukum keluar ruangan pemeriksaan.

Berita Terkait :
Aparat Kepolisian Rutin Kunjungi Pulau Kodingareng

Selanjutnya, dua penyidik di dalam ruangan itu menarik baju Pendamping Hukum dan mendorongnya keluar ruangan. Saat di luar ruangan, Pendamping Hukum dikerumuni sekitar 10-an anggota Polairud dan mendorongnya. Bahkan memaki menggunakan bahasa Makassar tak senonoh mengatakan, β€œta***so ini pengacara.”

Atas insiden itu, Suaib yang sedang diperiksa, langsung mengalami tekanan psikologi, badan gemetar dan muka pucat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *