PKS Utamakan Kepentingan Rakyat, Soal Inkonsisten Bupati Syamsari, Ketua DPRD Takalar Bilang Begini

Ketua DPRD Takalar, Muh Darwis Sijaya, di ruang kerjanya, Senin (28/9/2020). (Foto : M Said Welikin)

MAKASSARCHANNEL.COM – Ketua DPRD Takalar, Muh Darwis Sijaya, menegaskan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak awal berkomitmen memprioritaskan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan yang diambil, termasuk dalam menyikapi dinamika politik yang berkembang di Takalar.

“Sejak awal, saat PKS menyatakan mengusung Syamsari Kitta dan Haji Achmad Daeng Sere (SK HD) di Pilkada Takalar, sikap PKS sangat jelas. Yakni, meletakan kepentingan rakyat di atas segalanya,” kata Darwis Sijaya di ruang kerjanya, Senin (28/9/2020) sore.

Menjawab pertanyaan, pria yang akrab disapa Daeng Sijaya ini menolak tudingan kalangan tertentu yang menyebut partainya tidak konsisten. Dan mengatakan, yang inkonsisten itu justru mereka yang menyebut PKS tidak konsisten.

“Saat ini, PKS, NasDem, dan PKB sebagai pendukung utama Hak Interpelasi, bukan berarti tidak konsisten seperti penilaian orang-orang dekatnya bupati. Tetapi justru sikap itu, menunjukkan konsistensi kami bekerja untuk kepentingan rakyat. Sedangkan Bupati Syamsari inkonsisten,” kata politisi PKS ini.

Berita Terkait :
Teror Merebak Untuk Gagalkan Hak Interpelasi Kepada Bupati Syamsari, Ini Kata Ketua DPRD Takalar

Daeng Sijaya yang berasal dari Dapil 1, meliputi Kecamatan Polongbangkeng Utara, Polongbangkeng Selatan, dan Pattalassang itu mengatakan, “Saya katakan Syamsari inkonsisten, karena antara kata dan lakon tidak sesuai. Berjanji tapi tidak ditepati.”

Dia menambahkan, “Tak perlu saya sebut janji-janji lain, cukup satu saja. Di dalam sidang paripurna, di hadapan semua anggota dewan yang terhormat, Syamsari berjanji untuk mengembalikan aparat Desa Sampulungan yang telah menang di PT TUN dan telah berkekuatan hukum tetap, namun hingga saat ini, janji itu tidak terealisasi.”

Dengan senyum khasnya, di akhir perbincangan, Daeng Sijaya kembali menegaskan posisi partainya dengan mengatakan, “Ada pihak yang menuduh PKS tidak konsisten. Justru yang ber-statement tidak konsisten itu, tak paham arti konsisten secara bahasa maupun fakta. Dia hanya sekadar menjilat bupati.” (kin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *