Teror Merebak Untuk Gagalkan Hak Interpelasi Kepada Bupati Syamsari, Ini Kata Ketua DPRD Takalar

Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Jelang Rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mengagendakan sidang paripurna penggunaan Hak Interpelasi DPRD Takalar terhadap Bupati Syamsari Kitta, santer beredar informasi penghuni Gedung Putih (sebutan aktivis untuk Rumah Jabatan Bupati Takalar) bergerilya untuk menggagalkan parlemen menggunakan hak istimewanya itu.

Teror tidak membidik langsung anggota DPRD Takalar, tetapi juga diarahkan kepada warga yang dianggap dekat dengan inisiator Hak Interpelasi yang sudah menggelinding laksana bola salju itu.

Salah satu kepala sekolah yang dianggap dekat dengan penggagas Hak Interpelasi dicopot dari jabatannya. Dia diturunkan menjadi guru biasa tanpa ada penjelasan sebab musababnya.

Informasi lain yang diperoleh media ini menyebutkan, selama Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya melakukan kunjungan kerja ke Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa hari lalu, dia menerima pengaduan lewat telepon. Sejumlah kepala sekolah menginformasikan kepadanya melalui telepon bahwa mereka dicopot dari jabatannya dan diturunkan menjadi guru biasa.

Berita Terkait :
Anggota DPRD Takalar Segera Gulirkan Hak Interpelasi Kepada Bupati Syamsari, Hanya Dua Belum Tanda Tangan

Terkait teror pencopotan sejumlah kepala sekolah itu, wartawan MAKASSARCHANNEL.COM melakukan wawancara doorstop dengan Ketua DPRD Takalar, Darwis Sijaya, di emperan Ruang Komisi I DPRD Takalar, Jumat 18/9/2020) sore. Dia membenarkan informasi soal pencopotan kepala sekolah tersebut.

Darwis Sijaya mengatakan, “Semua kepala sekolah yang dianggap dekat dengan saya, diturunkan menjadi guru biasa tanpa ada alasan yang jelas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *