Prof Yusran Desak Pemerintah Kuatkan SVLK

MAKASSARCHANNEL.COM – Lama tak terdengar kabarnya, mantan Pj Wali Kota Makasar, Prof Yusran Yusuf tampil sebagai narasumber di Lokakarya Sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas dan Kolaborasi Pengawasan Hutan Serta Penguatan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang dilaksanakan JURnaL Celebes di Makassar, Senin (31/8/2020).

Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang juga mantan Kepala Bappeda Sulawesi Selatan ini menyebut, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) merupakan salah satu instrumen terbaik dalam pengelolaan hutan lestari dan berkelanjutan.

Hanya saja, sistem ini masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Salah satunya, belum efektif bagi industri kecil bidang kehutanan dan hutan rakyat. Karena itu, pemerintah perlu segera membenahi SVLK ini secara menyeluruh.

Dalam presentasinya, Yusran memaparkan review beberapa hasil penelitian tentang SVLK kurun 10 tahun. Hambatan implementasi SVLK, terutama bagi bisnis kecil dan menengah, berkaitan pemenuhan standar legalitas dan biaya sertifikasi.

“Hingga saat ini, biaya sertifikasi masih sangat mahal yang susah dipenuhi usaha kecil dan menengah,” kata Yusran.

Pemerintah menurut Yusran telah memberikan bantuan sertifikasi berkelompok, tetapi itu hanya sebatas sertifikasi kepada unit-unit usaha. Tidak ditindaklanjuti dengan pembinaan atau pemberdayaan.

Berita Terkait :
Penambangan Di DAS Latuppa Palopo Berpotensi Picu Bencana Banjir

“Padahal, usaha mikro di bidang kehutanan ini sangat membutuhkan bantuan pendampingan sertifikasi,” tegasnya.

Menurut Yusran, meskipun SVLK merupakan sistem yang diakui dunia internasional dan telah membuka pasar bagi industri kehutanan Indonesia terutama di Uni Eropa, Australia, dan Amerika Serikat, tetapi belum memberi dampak manfaat bagi usaha kecil bidang kehutanan, serta petani hutan rakyat.

“Dengan demikian, bagi usaha menengah dan mikro, ada atau tidaknya SVLK, tidak terpengaruh dengan manfaat regulasi itu secara bisnis,” tutur Yusran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *