DPRD Lutra Lanjutkan Pembahasan Dua Ranperda Inisiatif

MAKASSARCHANNEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Luwu Utara mengelar rapat paripurna penyampaian jawaban fraksi-fraksi terhadap dua 2 Ranperda atas usul prakarsa (inisiatif) DPRD di ruang sidang utama Gedung DPRD, Jalan Simpurusiang Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba, Selasa (1/9/2020).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Luwu Utara, Basir, didampingi Wakil Ketua I DPRD, Awaluddin, dan Wakil Ketua II DPRD Karimuddin.

Sekretaris Dewan Aspar, kepada media ini, Selasa (1/9/2020), mengatakan, agenda rapat ini adalah penyampaian jawaban tujuh fraksi DPRD atas pendapat Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Eka Rusli.

Dua ranperda yang dibahas adalah, Ranperda tentang perlindungan guru dan tenaga kependidikan serta pengakuan masyarakat hukum adat.

Muh Said dari Fraksi Nasdem, menyimpulkan bahwa guru dan tenaga kependidikan perlu mendapat jaminan perlindungan hukum, profesi, keselamatan, kesehatan kerja dan hak atas kekayaan intelektual.

Berita Terkait :
DPRD Lutra Bahas Ranperda Perlindungan Guru dan Hak Masyarakat Hukum Adat

Sedangkan untuk ranperda pengakuan masyarakat hukum adat, katanya, dianggap sebagai bagian dari visi Kabupaten Lutra, yakni visi kearifan lokal sehingga dianggap sangat relevan.

Fraksi Golkar melalui Nasir Saleng, dalam pandangannya berharap agar dalam proses pembahasan kedua ranperda ini melibatkan OPD terkait.

Sementara pandangan Fraksi Gerindra yang disampaikan Adi Jaya menyarankan agar pansus melakukan konsultasi dan perbandingan dengan daerah lain yang telah menetapkan perda yang sama.

Jawaban Fraksi Hanura disampaikan oleh Elvis. Dia berharap, kedua perda menjadi instrumen daerah dalam memberikan jaminan perlindungsn terhadap guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. Begitupun dengan pengakyan masyarakat hukum adat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *