Camat Mangarabombang Takalar Dinilai Tebang Pilih, Kades Punaga Diangkat, Kades Banggae Diinjak

Pengunjuk rasa menyegel Kantor Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, saat melakukan aksi, Kamis (27/8/2020). (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Publik Takalar menilai Camat Mangarabombang (Marbo) Mappaturu mempertonton sikap tidak bijajksana sebagai pemimpin yang layak dicontoh, karena berlaku pilih kasih dalam menyikapi kasus Kepala Desa Punaga dan Kepala Desa Banggae.

Tindakan Mappaturu, ibarat menggunakan falsafah belah bambu. Satu sisi diangkat sementara sisi lainnya di waktu bersamaan diinjak tanpa ampun dalam menangani dua kasus kepala desa (Kades) di wilayah kerjanya.

Tindakan Kades Punaga Sudirman Nompo yang memecat kades dan sejumlah staf secara semena-mena dan secara kasat mata menabrak undang-undang tidak diberi diberi sanksi setimpal, sementara Kades Banggae Muh Saleh Tara yang berdasarkan fakta tidak melakukan pelanggaran apapun langsung dipecat.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, untuk menenangkan masyarakat Punaga, Camat Mappaturu hanya mengeluarkan surat teguran bernomor: 178/MB/VIII/2020 kepada Kades Punaga Sudirman Nompo. Padahal, pelanggaran sang Kades dinilai sangat fatal. Bahkan, melecehkan Camat karena melakukan pemecatan tanpa berkoordinasi dengan camat sebagai pemegang otoritas di daerahnya.

Salah seorang ASN purna bakti Takalar yang paham seluk-beluk pemerintahan, kepada media ini, Kamis (27/8/2020), mengatakan, “Sudirman Nompo itu bukan Kades definitif, sehingga mudah diganti dengan orang lain. Dan yang bersangkutan dipindahkan ke desa lain. Karena terima atau tidak, suasana di Punaga sudah tidak kondusif lagi.”

Berita Terkait :
DPRD Takalar Panggil Kades Pemecat Sekdes Punaga Tanpa Alasan, Asisten I Bilang Begini

Dia membandingkan kasus yang dilakukan Kades Punaga Sudirman Nompo dengan kasus yang dituduhkan kepada Kades Banggae Muh Saleh Tata. Pelanggaran Sudirman Nompo sangat kasat mata bahkan ada bukti tertulis berupa SK yang dinilai tidak sah oleh anggota DPRD Takalar, hanya diberi surat teguran. Sementara di sisi lain, Kades Banggae Muh Saleh Tata langsung diberhentikan, padahal kasusnya hanya tuduhan yang bisa jadi rekayasa pihak tertentu saja.

Hal senada disampaikan juga aktivis GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat), Sainuddin Tuan Sore. Melalui telepon, Kamis (27/8/2020), dia mengungkapkan keheranannya terhadap sikap Camat Marbo yang terkesan melindungi Pnj Kades Punaga Sudirman Nompo. Padahal pelanggarannya terang benderang. Selain menabrak undang-undang, juga melecehkan camat sebagai atasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *