Dukcapil Permudah Korban Banjir Lutra Urus Dokumen Kependudukan

MAKASSARCHANNEL.COM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Luwu Utara memberi kemudahan kepada warga terdampak banjir bandang untuk mengurus dokumen kependudukan.

Berdasarkan data, warga terbanyak yang menjadi korban banjir bandang adalah yang bermukim di Kecamatan Baebunta, Masamba, dan Sabbang. Dokumen rusak, bahkan hilang akibat banjir bandang yang terjadi tanggal 13 Juli 2020.

“Tak hanya warga yang terdampak saja. Warga lainnya pun di Luwu Utara juga diberi kemudahan. Bahkan, ada desa kita cetak full KK-nya,” Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.

Plt Kadis Dukcapil Lutra, Andi Nakicah, Rabu (26/8/2020), melalui WhatsApp mengatakan, bencana banjir yang terjadi pada 13 Juli 2020 telah membawa kerugian besar, termasuk hilang dan rusaknya dokumen kependudukan masyarakat di tiga kecamatan yakni Masamba, Baebunta, dan Sabbang.

“Pemerintah Daerah Lutra mempermudah pengurusan dokumen administrasi kependudukan masyarakat pendataan dan penggantian dokumen yang hilang atau rusak pascabencana banjir bandang,” ucap Andi Nakicah.

Berita Terkait :
Banjir Bandang Terjang Masamba Lutra, Anak 8 Tahun Meninggal Terseret Arus

Disebutkan pula bahwa dokumen kependudukan warga yang diganti itu adalah, KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran Anak, dan Akta Perkawinan.

Nakicah mengatakan, Bupati Lutra, telah menginstruksikan kepada semua jajarannya untuk melayani data administrasi kependudukan secara cepat, terutama bagi korban terdampak bencana banjir bandang, tanpa persyaratan.

“Jangan dipersulit. Semuanya harus serba cepat. Berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, apalagi mereka yang sedang berduka karena terdampak bencana,” pesannya.

Salah satu kemudahan tersebut akan diberikan khusus bagi warga terdampak bencana, yakni tanpa melampirkan surat kehilangan dari kantor polisi maupun dari desa setempat.

“Karena ini merupakan bencana, musibah, sehingga warga terdampak bencana khusus diberikan kemudahan dan keringanan sehingga tidak perlu membawa surat pengantar kehilangan,” tukas Nakicah. (yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *