Di Takalar, Bujang Sekolah Yang Tentukan Kepsek

Pintu pagar SD 113 Inpres Laikang, Mangarabombang, Takalar, yang disegel oleh bujang sekolah A Patappoi. (Foto : M Said Welikin)

MAKASSARCHANNEL.COM – Sejumlah orangtua murid SD 113 Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Takalar, mengeluhkan sikap bujang sekolah tersebut, Andi Patappoi yang menyegel sekolah yang didirikan di lahan milik Pemerintah Kabupaten Takalar, sesuai fotokopi sertifikat yang diperlihatkan.

Tindakan Patappoi tidak hanya sampai di situ. Diperoleh juga informasi dari para orangtua murid bahwa bujang sekolah tersebut, menolak penugasan seorang kepala sekolah yang ditempatkan di sana.

Terkait keluhan orangtua murid, Kepala Sekolah SD Laikang, Muh Nur, enggan menjawab pertanyaaan yang dikirimkan media ini pesan WhatsApp.

Kendati demikian, Korwil Diknas Pendidikan Takalar Kecamatan Mangarabombang, Jamaluddin Daeng Ngola, melalui telepon, Jumat (21/8/2020), mengatakan, “Awalnya memang ada masalah, sehingga sekolah tersebut ditutup, tetapi insyaa Allah akan dibuka. Apalagi, saat ini pandemi Covid-19 dilarang proses belajar secara tatap muka, sehingga bila kondisi normal sekolah akan dibuka.”

Soal alasan penutupan sekolah yang dilakukan oleh Patappoi, Jamaluddin Ngolla menegaskan, “Tidak benar SD Inpres 113 Laikang ditutup/disegel.”

Berita Terkait :
Ditengarai Jarang Masuk Kantor, Ini Penjelasan Kepsek SD Inpres 01 Cilallang Takalar

Andi Patappoi melalui istrinya, Daeng Me’mang, saat ditemui di kediamannya di samping SD 113 Inpres Laikang, Sabtu (22/8/2020), mengatakan, “Benar sekolah disegel. Silakan lihat sendiri, karena dipintu masuk masih tertempel kertas.”

“Perlu diketahui penutupan sekolah ini bukan kemauan pribadi, tetapi atas usulan dan saran warga sekitar karena kepala sekolah M Nur yang hendak ditempatkan di sini. Anaknya melanggar masalah adat,” ucap Daeng Me’mang.

Dikatakn, sebelum dilakukan penutupan sekolah, terlebih dahulu dilakukan komunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan melalui Jamaluddin Ngola. Bahkan, ada beberapa orang Diknas sudah datang ke sini, tetapi tidak bersikap yang jelas tentang penggantian Kepsek atau seseorang yang ditunjuk sebagai PLT.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *