Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Sosialisasi Perda KTR Di Maccini Parang

MAKASSARCHANNEL.COM – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Sri Rahmi, memanfaatkan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI melakukan sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Sulsel tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kelurahan Maccini Parang, Makassar.

Dari sejumlah perda produk DPRD bersama Gubernur Sulsel, kata Sri Rahmi, dia memilih mensosialisasikan perda tentang KTR. Selain sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai anggota dewan agar Perda diketahui masyarakat juga terkait dengan virus corona yang belum diketahui kapan berakhir.

Sri Rahmi mengatakan, asap rokok juga menjadi salah satu pintu masuk virus corona terhadap perokok. Baik perokok aktif maupun perokok pasif. Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat tahu bahwa ada aturan tentang KTR dan melakukan pencegahan terhadap virus corona. Jangan sampai ada warga yang kaget saat diberi sanksi karena belum tahu ada aturannya.

Perda ini disosialisasikan bukan melarang orang merokok, tetapi agar masyarakat tau bahwa ada kawasan mana orang tidak membolehkan orang merokok.

Sri Rahmi mengajak masyarakat dan Lurah Maccini Parang, Isvan Qadar Djahrir, yang hadir pada kegiatan tersebut membuat satu kawasan percontohan Kawasan Tanpa Rokok di Kelurahan Paccini Parang.

Berita Terkait :
Masyarakat Berperan Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Nara sumber dalam acara tersebut, Basri Mahmud. menyampaikan bahwa filosofi dari aturan itu adalah masyarakat telindungi dari dampak bahaya merokok.

Kawasan yang dilarang merokok menurut perda itu adalah, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit. Area lainnya adalah, sekolah, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan fasilitas umum yang dikelola pemerintah maupun swasta.

Rokok itu, katanya, menjadi penumpang gelapnya virus partikel-partikel dari asap itu bisa menjadi penumpang gelapnya virus corona.

Ia menambahkan, satu kata yang ditakut saat ini adalah cormobid selain corona, karena nyaris orang-orang yang sekarang meninggal gara-gara corona, karena ada namanya cormobid.

“Cormobid ini dari dulu sudah ada cuman sekarang menguat karna ketemu temannya namanya corona,” katanya melalui rilis yang diterima media ini, Selasa (18/8/2020).

Sementara Susy Smita Pattisahusiwa yang juga menjadi narasumber mengatakan, kanker paru, yang dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan senantiasa menghantui dan dekat dari kita dan pemicunya adalah rokok. Baik itu berakibat pada perokok itu sendiri atau pada orang-orang yang berada di sekitar perokok tersebut. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *