Sosialisasi Perda Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an

MAKASSARCHANNEL.COM – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso, mensosialisasikan Perda Kota Makassar tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an di Hotel Prima Makassar, Minggu (16/8/2020).

Sosialisasi untuk Biringkanaya itu, Andi Hadi bersama Guru Besar UIN Alauddin Prof Arifuddin Ahmad, Kepala Advokasi Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Pekerja Indonesia (DPN SPI) Budiman Mubar, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Andi Hadi menjelaskan bahwa membuat peraturan adalah salah satu tanggung jawab anggota dewan, termasuk mensosialisasikannya kepada masyarakat. Dia mengajak pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait peduli pada pendidikan Baca Tulis Al Qur’an.

“Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an adalah program yang selaras dengan pendidikan nasional, terutama terkait dengan pendidikan moral,” katanya.

Dia mengatakan Perda tersebut perlu dijaga dan kelola sehingga dirasakan manfaatnya oleh warga muslim Makassar yang akan berdampak kepada masyarakat non-muslim, karena ini murni pendidikan moral.

Berita Terkait :
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Sosialisasi Perda KTR Di Bonto Makkio Makassar

Ketua Bidang Pembinaan Umat DPW PKS Sulsel ini juga mengatakan, “Ini tanggung jawab kita bersama. Mari ki sama-sama jaga dan kawal perda ini. Insya Allah membawa berkah untuk daerah kita, Makassar tercinta.”

DPN SPI, Budiman Mubar, menambahkan, dari aspek yuridis, Perda Kota Makassar tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an ini sudah cukup sempurna secara struktur hukum.

“Perda ini secara hukum sudah terstruktur, walaupun sudah cukup lama. Perlu ditindaklanjuti secara teknis melalui perwali. Ini kita harus dorong dan kawal,” katanya melalui rilis yang diterima media ini, Minggu (16/8/2020).

Sementara Prof Arifuddin menjelaskan perda ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia beriman dan bertaqwa serta berbudi luhur.

“Pendidikan Al Qur’an bagian integral dari pendidikan agama dan pendidikan nasional. Jadi, penting perda ini kita kawal bersama. Selanjutnya kita evaluasi bersama secara teknis pelaksanaannya dan pemberian sertifikasi kepada guru mengaji,” kata Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *