Gaji 20 Honorer Disdukcapil Takalar Yang Dipecat Untuk Tanggulangi Covid-19? Akademisi Bilang Begini

Nasiruddin Pasigai. (Foto : M Said Welikin)

MAKASSARCHANNEL.COM – Polemik alasan pemecatan 20 tenaga honorer Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Takalar terus berlanjut. Teranyar, alasan yang dikemukakan instansi terkait, berbanding terbalik dengan penjelasan yang diberikan kepada anggota DPRD Takalar.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Takalar memecat 20 tenaga honorer Disdukcapil Takalar melalui SK Bupati bernomor 331 tertanggal 3 Agustus 2020. Merasa dizalimi, para honerer didampingi aktivis melakukan protes menanyakan alasan pemecatannya. Mereka mengadukan nasibnya ke DPRD Takalar.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dalam SK 331 ternyata terdapat dua nama yang baru mengabdi kurang dari setahun, namun masih diakomodir dalam SK 331 tersebut, sementara tenaga hononer lain yang sudah mengabdi belasan tahun dipecat tanpa alasan yang jelas.

Sekretaris Dinas Dukcapil Takalar, Zubair, di ruang kerjanya Selasa (11/8/2020), mengatakan, “20 honorer yang dirumahkan itu dilakukan semata-mata karena kebutuhan organisasi dan sudah melalui kajian mendalam antara Dukcapil, Bagian Keuangan Daerah, dan Badan Kepegawain Daerah.”

Menjawab pertanyaan tentang kaitan pandemi Covid-19 dengan pemecatan tenaga honorer yang sudah mengabdi belasan tahun itu akan makin kesulitan secara ekonomi, Zubair berkilah bahwa, “Justru alasan kemanusiaan sehingga 20 honorer dirumahkan.”

Berita Terkait :
Bupati Takalar Dinilai Zalimi 20 Tenaga Honorer Disdukcapil

Penjelasan Zubair itu berbanding terbalik dengan penjelasannya kepada wakil rakyat dalam rapat tertutup dengan Komisi I DPRD Takalar di Ruang Bamus Gedung DPRD Takalar, Jumat (7/7/2020).

Berdasarkan resume rapat yang diperoleh MAKASSARCHANNELCOM, alasan pemecatan yang dikemukakan adalah, pemerintah kekurangan dana. Karena sejak pandemi Covid-19 merebak, ada pemotongan anggaran sebesar Rp340 juta yang dilakukan dalam dua tahap. Pemotongan pertama dilakukan senilai Rp48 juta, disusul pemotongan kedua sebesar Rp292 juta.

Dalam rapat itu, Ketua Fraksi Takalar Hebat Andi Noor Zaenal sudah mempersoalkan alasan pemotongan anggaran karena itu menyangkut hajat hidup mereka yang sudah mengabdi belasan tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *