Terpidana Ijazah Palsu Amiruddin Mami Otomatis Berhenti Sebagai Legislator, Ketua DPRD Takalar Bilang Begini

Suasana konsultasi DPRD Takalar dengan akademisi Universitas Muslim Indonesia Makassar, Prof DR Lauddin Marsuni di Rumah Makan Kayu Bangkoa Jl Lamudukeleng Buntu, Makassar, Kamis (6/8/2020). (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Sebelum menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung terhadap terpidana penggunaan ijazah palsu oleh anggota DPRD Takalar Amiruddin Mami, Tim DPRD Takalar melakukan konsultasi hukum dengan Akademisi Universitas Muslim Indonesia Makassar, Prof DR Lauddin Marsuni.

Konsultasi berlangsung di Rumah Makan Kayu Bangkoa Jl Lamudukeleng Buntu, Makassar, Kamis(6/8/2020). Hadir Ketua DPRD Takalar Muhammad Darwis Sijaya, Wakil Ketua Erni Halera, dan beberapa anggota DPRD Takalar. Hadir pula Sekwan Abbas Tola, dua Kabag serta beberapa staf.

Usai diskus, Darwis Sijaya, kepada media ini, mengatakan, “Kami baru saja melakukan konsultasi dengan ahli hukum terkait kasus yang menimpa saudara kita di DPRD, Amiruddin Mami. Putusan MA ini baru kami ketahui, sehingga baru mau bertindak terkait hal-hal yang bisa dilakukan ke depan.”

Menjawab pertanyaan tentang langkah yang akan dilakukan DPRD Takalar, Darwis Sijaya, menegaskan pihaknya tidak akan berdiam diri, tetapi proaktif melakukan proses sesuai mekanisme.

Berita Terkait :
Jaksa Tunda Eksekusi Terpidana Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Takalar Amiruddin Mami

“Belum ada surat yang masuk, tetapi tidak boleh jadi alasan untuk berdiam diri. Harus proaktif, olehnya itu DPRD akan menyurat ke Pengadilan Negeri Takalar meminta dokumen putusan MA terhadap terpidana Amiruddin Mami.”

Selanjutnya, kata Darwis Sijaya, “DPRD akan meminta nama pengganti Amiruddin Mami ke KPU. Insyaa Allah semua rangkain penggantian akan berjalan arif dan bijaksana.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *