Tim Trauma Healing Polda Sulsel Dampingi Anak-Anak Korban Banjir Masamba Lutra

MAKASSARCHANNEL.COM – Biro SDM Polda Sulsel melakukan trauma healing kepada anak-anak korban banjir di Posko Pengungsian Masamba, Luwu Utara, usai menyerahkan bantuan kemanusaian.

Tim Trauma Healing Psikologi dipimpin Kabag Psikologi Ro SDM Polda Sulsel AKBP Dwitonto Widodo, bersama sembilan personel Biro SDM Polda Sulsel, Sabtu (3/8/2020).

Ini merupakan bentuk kepedulian Polri, terhkusus Polda Sulsel terhadap anak-anak yang terdampak bencana Banjir Masamba. Kegiatan ini diberikan untuk membantu mengembalikan psikis pada anak-anak yang mengalami trauma bencana banjir.

Dwitonto Widodo menjelaskan bahwa trauma healing adalah upaya pihak Kepolisan memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak korban banjir bandang.

“Tujuan trauma healing ini untuk memulihkan psikologis anak agar dapat melupakan kejadian bencana banjir yang telah terjadi, hingga psikis anak tidak mengalami trauma atau rasa takut berkepanjangan”, ungkap AKBP Dwitanto melalui rilis yang diterima media ini.

Dwitanto menambahkan, trauma healing ini dilaksanakan melalui dialog langsung dengan anak yang terdampak bencana banjir dan memberikan motivasi yang berkaitan dengan masa depan serta beberapa hiburan kecil yang memungkinkan anak melupakan kejadian yang mereka alami secara langsung.

“Walaupun hanya sebentar, kami berharap dapat membantu anak agar tetap ceria dan mendoakan agar lumpur dan air yang masih ada dapat segera hilang hingga masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing,” tambah Dwitanto.

Berita Terkait :
Bantu Anak-Anak Di Pengungsian Korban Banjir Masamba, Polwan Lakukan Ini

Kami Tim Trauma Healing Polda Sulsel, lanjut Dwitanto, jauh-jauh dari Kota Makassar ke Kabupaten Luwu Utara untuk memberikan bantuan psikologi bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat banjir bandang.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo, menyampaikan, untuk korban banjir yang mengalami trauma di Luwu Utara telah disediakan sarana khusus.

Posko trauma healing umumnya diperuntukan bagi anak-anak korban banjir. Mereka diajak belajar dan bermain, kemudian dipulihkan mentalnya melalui bimbingan psikolog yang telah disediakan khusus.

Kita berharap anak-anak ini bisa hilang trauma akibat banjir bandang yang dialami dan mengembalikan keceriaan mereka,” kata Kabid Humas. (kin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *