Masamba Seperti Kota Mati, Jalan Trans Lumpuh

MAKASSARCHANNEL.COM – Kemacetan panjang terjadi di jalur utama dari Desa Radda, Kecamatan Baebunta, menuju Masamba, Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara, Selasa (14/7/2020). Itu terjadi akibat jalan tertutup oleh lumpur setinggi 1 meter.

Terlihat alat berat sedang beroperasi mengeluarkan lumpur bercampur pasir yang terbawa banjir. Lumpur tebal tersebut menutupi aspal badan jalan. Banjir bandang menerjang akibat luapan Sungai Masamba.

Dari pengamatan media, sejak pagi, jalur Trans Sulawesi ditutup dari dua arah. Pemeritah Kabupaten Lutra menurunkan lima unit alat berat. Tiga unit beroperasi di bagian selatan dan dua unit lainnya di bagian utara.

Kapolsek Baebunta, Iptu Rodo Parulian Manik, saat ditemui dilokasi mengatakan, sambil menunggu alat berat membersihkan lumpur, lalu lintas dari Desa Radda menuju Kota Masamba ditutup sementara.

Meski curah hujan tidak lagi tinggi, hingga tulisan ini ditayangkan, arus air Sungai Masamba dan Sungai Rongkong di Luwu Utara, masih terlihat deras. Airnya berwarna cokelat keruh.

Berita Terkait :
Banjir Bandang Terjang Masamba Lutra, Anak 8 Tahun Meninggal Terseret Arus

Polisi, TNI, dan Satpol PP, serta Tm Gerak Cepat BPBD Luwu Utara dan organisasi lainnya, bahu-membahu mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi korban yang meninggal.

Camat Baebunta, Andi Yasir Pasandre, menyebut, ratusan rumah warga terendam genangan air dan lumpur.

Dikabarkan sudah tujuh warga yang ditemukan meninggal, termasuk seorang bocah berumur 8 delapan tahun. Dilaporkan juga beberapa warga yang hilang saat banjir menerjang.

Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Devi, berkunjung ke lokasi banjir bersama sejumlah relawan. (yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *