Mantan Anggota DPRD Sulsel Kagumi Teknik Budidaya Udang Windu Di Takalar

MAKASSARCHANNEL.COM – Mantan anggota DPRD Sulsel, Lakama Wiyaka, tertarik dengan sistem budidaya udang windu di Dusun Bungung Baraniaya, Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Metode budidaya yang digunakan petani tambak di sana, tergolong baru. Bahkan, belum pernah terbetik kabar ada petambak lain yang menggunakan model tersebut. Penemunya, Alimuddin Namba, menyebutnya, teknologi pengendalian ekosistem mikro.

Informasi itulah yang menggoda, Lakama yang juga mantan jurnalis Pedoman Rakyat Makassar itu untuk berkunjung menyaksikan langsung bagaimana aplikasinya. Maka dibuatlah kesepakatan meninjau lokasi, Minggu (12/7/2020).

Sesuai kesepakatan, rombongan kecil sebanyak lima orang, meluncur ke Takalar, ketika matahari belum terik menyinari bumi, hari Ahad itu. Berkendaraan Mitsubishi Pajero Sport warna putih, bergerak menuju tambak budidaya udang windu di Dusun Bungung Barania, Desa Banyuanyara Kecamatan Sandrobone, Takalar, Sulawesi Selatan.

Sayangnya, hari itu, tidak sempat bertemu dengan Alimuddin Namba, penemu teknologi pengendalian ekosistem mikro, untuk budidaya udang windu itu. Kendati demikian, informasi tentang tekonologi, termasuk bagaimana aplikasinya di lapangan, bisa diperoleh dari petambak setempat yang telah mencoba model tersebut dengan sangat memuaskan.

Di lokasi, ada Dg Rombo bersama beberapa rekannya yang selama ini menjadi kepercayaan Alimuddin Namba. Mereka sedang asyik membelah bambu yang akan digunakan sebagai pintu penahan air di empang tempat budidaya udang windu garapan mereka.

Berita Terkait :
Geliat Budidaya Udang Windu di Lampesso Takalar Sejak Aplikasikan Teknologi Pengendalian Ekosistem Mikro Temuan Alimuddin Namba (1)

Terjadi diskusi diskusi serius antara Lakama Wiyaka dengan Dg Rombo terkait teknis budidaya udang windu. Lakama yang pernah maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada Pinrang, beberapa tahun lalu itu, ternyata paham metode budidaya udang.

Pertanyaannya sangat detail, mulai dari persiapan dan perlakuan tambak yang akan menjadi lahan penebaran bibit udang, hingga perlakuan terhadap udang sebelum ditebar dan setelah ditebar, agar hasilnya sesuai zise yang diinginkan.

Dg Rombo perlahan menjelaskan, “Pertama, lahan dikeringkan kemudian dicuci.”

Sebelum kalimat Dg Rombo berlanjut, Lakama sudah mengejar dengan pertanyaan, “Cuci dengan apa?”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *