Masyarakat Berperan Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

MAKASSARCHANNEL.COM – “Tabe, jangan ki pindahkan kursi ta’, karena kita harus tetap jaga jarak sesuai protokol kesehatan,” kata seorang panitia, mengingatkan peserta sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, di Jalan Sunu 1A Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (11/7/2020).

Kegiatan yang merupakan program DPRD Sulsel ini menghadirkan Sri Rahmi, anggota DPRD Sulawesi Selatan. Narasumber lain yakni Rusdin Tompo dan Susi Smita Pattisahusiwa. Hadir pula Lurah Suangga, Aharuddin, Ketua RT 2/RW 3, Asdar Darwis, dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Sri Rahmi menyampaikan bahwa bersamaan dengan kegiatan ini, 85 anggota DPRD Sulsel lainnya juga turun ke daerah pemilihan (dapil) mereka menyosialisasikan produk hukum daerah sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota dewan agar Perda diketahui masyarakat.

“Sosialisasi ini agar masyarakat tahu bahwa ada aturan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Jangan sampai begitu diberi sanksi, masyarakat kaget karena belum tahu ada aturannya,” jelas perempuan yang akrab disapa Bunda itu melalui rilis yang diterima media ini.

Ditambahkan, dirinya dan anggota dewan lain melakukan sosialiaasi agar masyarakat tergerak berperan serta. Masyarakat, mesti jadi mata dan telinga, dalam hal implementasi dan pengawasan, supaya bisa diketahui sejauh mana efektif Perda ini. Termasuk melihat, apakah masih banyak yang melanggar atau semakin dipatuhi. Sri Rahmi mengapresiasi Pemkot Makassar karena mendorong hadirnya lorong bebas rokok di setiap kelurahan.

Berita Terkait :
Butuh Komitmen Pemerintah Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok

Susi Smita, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah duduk di parlemen, mengajak warga agar tidak ragu menegur orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sikap tegas menegur mereka yang merokok di sembarang tempat itu merupakan bagian dari peran serta masyarakat. Peran lainnya, bisa juga dimulai dari rumah dan lingkungan tempat tinggal.

“Kalau kita tenang-tenang saja, sementara ada orang merokok di situ maka kita membiarkan diri kita menghirup asap rokok yang penuh racun berbahaya. Padahal, sebagai perokok pasif, kitalah yang paling rentan terserang penyakit akibat asap rokok,” papar Susi Smita meyakinkan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *