Festival Aksara Lontaraq 2020, Ini Tim Jurinya

MAKASSARCHANNEL.COM – Sejumlah seniman senior akan jadi juri pada lomba di Festival Aksara Lontaraq 2020. Serangkaian lomba ini sekaligus upaya memasyarakatkan aksara lontaraq untuk berbagai segmen usia dan jenjang pendidikan.

“Lomba-lomba yang nanti kita adakan adalah cara mendekatkan kembali aksara lontaraq ke masyarakat. Karena itu, kita mengajak para seniman dan budayawan untuk bersama-sama dalam gerakan ini,” kata Mohammad Hasan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, saat rapat panitia di Gedung Perpustkaan dan Kearsipan Sulsel, Selasa (7/7/2020).

Rapat yang dipimpin Ketua Panitia, Upi Asmaradhana, yang juga Founder dan CEO KGINetwork ini dihadiri sejumlah seniman yang akan memberikan penilaian terhadap lomba-lomba yang diadakan.

Mereka yang hadir, yakni penulis dan sutradara teater Yudhistira Sukatanya, sutradara teater Bahar Merdhu, pelukis tanah liat Zaenal Beta, sastrawan Idwar Anwar, penulis buku Rusdin Tompo, penulis dan pendidik Labbiri, penerjemah lontaraq Mullar, akademisi dan peneliti royong Asis Nojeng, serta pekerja buku Nasrul Djakariah.

Hadir pula pustakawan senior dan staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, antara lain Syahruddin Umar, Heri Rusmana, dan Nilma Maddi. Di jajaran tim juri tercatat nama Rimba, perupa, Chaeruddin Hakim, peneliti kelong, Muhammad Idris dan Jumadi Mappanganro, jurnalis.

Berita Terkait :
7 Negara Ikut Festival Aksara Lontaraq 2020

Dalam rapat itu, dibahas syarat dan teknis lomba, form pendaftaran serta cara pengiriman hasil lomba. Proses dan tahapan perlombaan akan dimulai 11 hingga 30 Juli 2020. Lomba yang akan diadakan adalah lomba kaligrafi, lomba menulis aksara lontaraq, lomba membaca cerita, lomba menulis esai, dan lomba stand up comedy. Semuanya berkaitan dengan pengenalan, penanaman pemahaman serta pemaknaan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Ketua Dewan Juri, Yudhistira Sukatanya, menjelaskan bahwa masing-masing segmen lomba punya tujuan dan target tertentu.

Tujuan lomba untuk masing-masing tingkatan adalah untuk SD, yakni mengenalkan dan lebih mendekatkan tradisi lontaraq sejak dini kepada anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *