Halalbihalal Alumni Angkatan 82 SMAN 1 Bulukumba Bertabur Bintang

Bermaaf-maafan tidak harus selalu berjabat tangan seperti yang lazim dilakukan. Halalbihalal pun, tidak harus bertemu langsung, bisa juga secara virtual tanpa mengurangi keakraban.

Seperti yang dilakukan Alumni Angkatan 82 SMAN 1 (d/h SMA Negeri 198) Bulukumba, Sabtu (6/6/2020) malam. Halalbihalal ini terasa lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Anggota komunitas tetap bisa saling menyapa meski berada di lokasi berbeda.

Halalbihalal virtual Alumni Angkatan 82 SMAN 1 Bulukumba yang dipandu Dr Musdalifa (dosen Universitas Islam Makassar) penuh canda. Partisipannya bisa disebut bertabur bintang. Selain ada dua jenderal, Brigjen TNI Jahidin Chilo dan Brigjen Pol A Hasyim Gani, ada tiga guru besar bergabung, yakni; Prof Imran Umar dan Prof Darmawan Salman dari Unhas serta Prof Ramli Umar dari UNM. Semua membaur dalam canda, tanpa sekat.

Kesempatan pertama berbagi kisah diberikan kepada Brigjen TNI Jahidin Chilo. Direktur Rendalgiat Ops Deputi V BIN di Mabes TNI ini, baru bergabung di grup WhatsApp Alumni Angkatan 82. Host memberi kesempatan pertama, karena inilah pertemuan perdana sejak dia menghilang setamat SMA.

Sejak menyelesaikan pendidikan di SMA, Jahidin mengaku sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Lalu masuk AKABRI.

Lulus AKABRI dengan pangkat Letda, anak tentara ini langsung ditugaskan di Timor Leste yang kala itu bernama Provinsi Timor Timur sebagai bagian dari Negara Repubik Indonesia. Sejak itu, dia malang melintang bertugas di sejumlah daerah. Dari pulau paling barat hingga ke ujung timur pernah dijelajahi.

Berita Terkait :
Alumni Angkatan 82 SMAN 1 Bulukumba Ngumpul Lagi

Sebelum ke Makassar, Jahidin pernah bertugas di Bali. Di Kodam Hasanuddin, ketika masih berpangkat mayor Jahidin ditugaskan di bagian intel. Tak lama di Makassar, dia ditugaskan ke Sumatera sebagai Kasi Intelijen. Karirnya terus menanjak. Dari kasi kemudian menjadi Komandan Batalyon di Bengkulu. Lalu masuk lagi di Kodam dan balik ke Jakarta.

Kesempatan kedua dimanfaatkan Brigjen Pol A Hasyim Gani. Ayah tiga putri ini tidak banyak berkisah tentang masa lalunya. Dia hanya mengingatkan, agar menjaga kesehatan. Covid-19 adalah lawan yang tidak diketahui dan sulit ditundukkan sehingga harus lebih waspada.

Setelah dua penutur dari Jakarta, giliran berikutnya dimanfaatkan Ketua Alumni SMA Negeri 1 Bulukumba, Andi Kurniady, yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Bulukumba.

“Bahagia bertemu dengan kawan-kawan, meski hanya secara virtual,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *