Sulit Tentukan Penerima BLTDesa Di Desa Radda Lutra

Mariama, janda di Dusun Radda Desa Radda, Kecamatan Baebunta, yang ramai diinfokan di media sosial tidak kebagian bantuan sosial. (Foto : Yustus/MAKASSARCHANNELCOM)

MAKASSARCHANNEL.COM – Pemerintah Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara mengaku bingung menentukan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTDesa) kepada warganya yang terdampak pandemi Covid-19.

Mereka khawatir, penyaluran bantuan langsung tunai yang menggunakan dana desa itu menimbulkan kecemburuan sosial. Melalui skema bantuan tersebut, setiap warga terdampak pandemi corona berhak mendapat bantuan senilai Rp600 ribu per bulan.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan sejumlah kriteria warga miskin penerima BLTDes. Di antaranya, penerima bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tak berhak mendapat BLTDes. Begitu pula penerima bantuan program JPS juga dilarang menerima BLTDes.

Kepala Desa Radda, Syahmuddin Nasrum, SE, kepada media ini, mengaku kesulitan menentukan calon penerima BLTDes di wilayahnya. Alasannya, sebagian warga miskin, telah menerima bansos dari Pemerintah Kabupaten Lutra senilai Rp200 ribu per bulan.

Berita Terkait :
58 KK Di Desa Mekar Sari Jaya Lutra Terima BLTDes

“Tak ada lagi warga miskin yang belum menerima bantuan sosial. Mereka sudah tercover beragam bansos dari pemerintah. Jika pun ada warga miskin sesuai kriteria, jumlahnya sangat sedikit,” kata Syahmuddin, Selasa (26/5/2020), di ruang kerjanya.

Dia juga menyebut, kuota penerima BLTDes di Desa Radda sudah tercover semua. Sehingga informasi yang menyebar di media sosial bahwa ada warga yang seorang janda bernama Mariama di Dusun Radda tidak menerima bantuan padahal yang bersangkutan berhak mendapatkan manfaat dari bansos, tidak benar.


Kepala Desa Radda, Syahmuddin Nasrum,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *