Dinilai Tak Becus Respon Keluhan Pelanggan, Ini Kata Supervisor PLN Takalar

Rumah tak berpenghuni milik Haji Muklis Matu di Jl Jenderal S.Sukawati No 88 Pattallassang Takalar yang dibebani pembayaran pemakaian listrik oleh PLN Takalar satu juta rupiah lebih per bulan. (Foto : M Said Welikin/MAKASSARCHANNELCOM)

MAKASSARCHANNEL.COM – Jelang magrib, Rabu(13/5/2020), telepon genggam wartawan media ini berdering menerima panggilan telepon dari Haji Muklis Matu, menyampaikan keluhan tentang perlakuan oknum di PLN Takalar terhadap dirinya.

Dewan Penasehat Kadin Takalar ini, mengisahkan, rumahnya yang teletak di Jl Jenderal S Sukawati 88 Pattallassang Takalar, sejak tidak dikontrak lagi oleh Kantor BRI, pertengahan tahun 2019 silam, sudah tak berpenghuni. Anehnya, nilai tagihan pembayaran listrik yang harus dibayar sebesar Rp1 juta lebih, setiap bulan.

Muklis Matu mengatakan, “Saya telah berulangkali melapor ke pihak PLN Takalar tentang ketidakwajaran beban biaya yang tiap bulan harus saya bayar, namun hingga hari ini, tidak digubris.”

Karena ketidakbecusan pihak PLN Takalar merespon keluhan pelanggan itulah, maka pria yang akrab disapa Haji Matu ini, mengaku memutuskan tidak membayar tagihan listrik yang nilainya tidak wajar tersebut, sampai PLN Takalar merespon keluhannya.

Berita Terkait :
Presiden Jokowi Heran Cara Kerja PLN

Setelah tiga bulan menolak membayar tagihan yang dinilainya tidak wajar itu, Haji Matu mengaku muncul keganjilan baru. Ada oknum PLN yang mendatanginya dan mengatakan, “Bayar lunas tunggakannya, nanti tagihan berikutnya, setiap bulan hanya Rp300 ribu.”

“Mendengar penjelasan petugas tersebut, sontak saya tegaskan tidak mau bayar. Biar ribut supaya pihak PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat mengetahui ketidakberesan PLN Takalar. Dan jangan coba cabut meteran rumah saya,” tegas Haji Matu mengulangi pernyataannnya kepada oknum yang mengaku petugas PLN tersebut.

Menjawab pertanyaan tentang kondisi rumah tersebut sejak selesai dikontrak, Haji Matu mengatakan, “Kadang anak saya bermalam. Satu atau dua malam. Kemudian hanya satu mesin air, satu kulkas, dan dua mata lampu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *