Kepala Dusun Di Sinjai Potong Bantuan Tunai PKH

MAKASSARCHANNEL.COM – Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat sangat miskin melalui Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, disoal. Pasalnya, ada warga penerima bantuan yang tidak menerima haknya secara utuh.

Indo Ara, seorang janda yang sudah pikun, bermukim di Dusun Kambuno Barat, Desa Kambuno, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, dikabarkan menerima bantuan kurang dari yang seharusnya diterima, alias tidak utuh karena dikebiri oleh oknum kepala dusun.

Itu terjadi, karena penerimaan bantuan langsung untuk Indo Ara, diwakili oleh istri kepala Dusun Kambuno Barat.

Handayani, putri Indo Ara, kepada media ini mengungkapkan, bantuan yang diterima orangtuanya, tidak sampai setengah dari yang seharusnya dia dapatkan, karena diptong oleh oknum kepala dusun.

Beritar Terkait :
Sapi Berkeliaran Resahkan Warga Lappa Sinjai

Handayani menceritakan kejadian itu, setelah kembali dari Bank Mandiri untuk mengambilkan bantuan untuk ibunya (Indo Ara). Tetapi ternyata, bantuan untuk Indo Ara sudah diambil oleh istri Kepala Dusun Kambuno Barat.

“Saya sangat kecewa dan heran. Kenapa harus diwakili oleh orang lain. Kenapa bukan anaknya,” kata Handayani dalam nada tanya.

Handayani menduga, keterlibatan istri kepala dusun pada pencairan dana PKH untuk ibunya merupakan modus yang melibatkan aparat yang menangani PKH. Sepertinya, ada kerjasama yang terjalin rapi.

Handayani berharap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai merespon kejadian tersebut. Karena bisa jadi, kasus itu tidak hanya menimpa orangtuanya, tetapi banyak orang lain yang diperlakukan seperti itu, hanya saja tidak berani mengungkapkannya.

Pendamping PKH Desa Kambuno Barat, Ija yang berusaha dikonfirmasi tidak bisa dihubungi karena telepon selulernya tidak aktif, sampai berita ini ditayangkan.

Terpisah, Ilham, Koordinator PKH Dinas Sosial Sinjai yang juga dikonfirmasi terkait kasus tersebut, berjanji akan memanggil Kepala Dusun Kambuno Barat dan mempertemukan dengan keluarga Indo Ara. (fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *