Bermodal Brosur, King Paraja Tarik Miliaran Rupiah, Soal Izin Ini Kata Kadis PTSP dan Camat Marbo Takalar

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Takalar, Irwan Yunus. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Ketidak jelasan kelanjutan pembangunan mega proyek hotel dan dreamland berlabel King Paraja di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar terus jadi perbincangan publik.

Banyak pertanyaan mengemuka, di antaranya, apakah PT Dua Pilar Bangunutama sebagai penanggung jawab King Paraja sudah mengantongi izin prinsip mengingat proyek tersebut tergolong besar. Nilainya mencapai triliunan rupiah yang konon melibatkan investor dari luar negeri seperti digembar-gemborkan Dua Pilar Bangunutama ketika menarik dana dari pihak ketiga. Dana itu akumulasinya diperkirakan sudah mencapai miliaran rupiah dari kontraktor lokal yang dijanjikan bakal jadi mitra kerjanya jika proyek berjalan.

Terkait besarnya dana yang telah ditarik dari kontraktor lokal, pemilik lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan mega proyek yang dijual Dua Pilar Bangunutama tersebut, Haji Gassing Rapi, kepada media ini, beberapa waktu lalu, mengungkapkan nilainya sebesar Rp600 juta.

Hanya saja, pengakuan Gassing Rapi itu berbeda dengan perkiraan salah satu calon mitra. Dewan Pembina Kadin Takalar, Haji Muhlis Matu, yang sudah menyetorkan dananya justu memperkirakan dana pihak ketiga yang sudah dikantongi Dua Pilar Bangunutama sudah mencapai miliaran rupiah.

Berita Terkait :
Setoran 2 Persen Kontraktor Ke PT Dua Pilar Bangunutama Masuk Ranah Hukum, Dewan Pertimbangan Gapensi Takalar Bilang Begini

Kepada media ini, Muhlis Matu, melalui telepon Senin(13/4/2020), mengatakan, berdasarkan penjelasan Irfan dan Syam, petugas Dua Pilar Bangunutama, paket pekerjaan (proyek) di King Paraja ada enam kelompok paket pekerjaan.

“Ada pun enam kelompok tersebut, K1, K2, K3, M1, M2 dan M3. Untuk kelompok K3 saja terdiri dari 100 paket pekerjaan, nilai setiap paketnya Rp300 juta. Dan harus diingat, dari enam kelompok itu, kelompok K3 nilai pekerjaan yang terendah,” ungkap Muhlis.

“Uang yang didapat pihak Dua Pilar Bangunutama dari paket K3 itu saja sudah Rp600 juta. Jadi bagaimana dengan kelompok lain,” kata Muhlis dalam nada tanya.

Melalui pesan WhatsApp, Rabu(15/4/2020), Muhlis menambahkan, itu bukan barang sedikit. Untuk kelompok K3 saja, ada 100 paket, nilainya Rp300 juta per paket. Jika dikali 2 persen sudah Rp 600 ratus juta. Jadi yang paket M1 hingga M3 nilainya miliaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *