Penerapan PSBB Di Makassar, Ini Kata Gubernur Nurdin

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Pj Wali Kota Makassar, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar, Kamis (942020). (Foto : Humas Pemprov Sulsel).

MAKASSARCHANNEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menjelaskan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Wali Kota Makassar, mengatakaan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah berjalan di Sulsel.

“Pada prinsipnya, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Sulsel sudah berjalan,” kata Nurdin dalam rilisnya usai pertemuan dengan Forkopimda Sulsel dan Pj Wali Kota Makassar, di Hotel Four Point by Sheraton Jl Andi Djemma Makassar, Kamis (9/4/2020).

Dalam PSBB, lanjut Nurdin, disebutkan, yang harus dilakukan antara lain adalah sekolah atau belajar dari rumah, bekerja dari rumah. Tapi juga disampaikan ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan di rumah. Yang lain soal keramaian, terdapat pengecualian seperti pasar tetap buka.

“Oleh karena itu sebagai langkah antisipasi saat ini, sebelum jadi PSBB, itu langkah akhir kita lakukan. Selama masih ada upaya untuk pencegahan, itu dulu kita lakukan,” ujarnya.

Berita Terkait :
Makassar Bakal Susul Jakarta Terapkan PSBB?

Bupati Bantaeng dua periode itu menilai, program Jaring Pengaman Sosial ini yang paling penting. Kalau hanya memberlakukan PSBB dan tidak memperhatikan jaringan pengaman ini, akan jadi masalah.

“Adapun anggaran untuk jaring pengaman sosial berasal dari APBN dan APBD provinsi serta kabupaten/kota,” katanya.

Dalam rapat itu evaluasi juga kondisi Sulsel terakhir. Termasuk mengkaji kemungkinan Sulsel memenuhi syarat untuk memberlakukan PSBB, karena tidak mudah langsung diusulkan. Banyak persyaratannya.

Yang menjadi penekanan pada rapat Forkopimda ini, menurut Nurdin adalah program jaring pengaman sosial (social safety net). Terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Penekan lainnya adalah perkembangan virus pandemi corona yang saat ini belum mampu ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *