Peringati Hari Kopi Nasional, Bulukumba Lakukan Ini Di Kahayya

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto menghadiri ajang Minum Kopi Bersama dalam rangka peringatan Hari Kopi Nasional 2020 di Desa Kahayya Kecamatan Kindang, Bulukumba. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Kreativitas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bulukumba dalam rangka memeriahkan Hari Kopi Nasional layak diacungi jempol. Instansi ini memilih Desa Kahayya sebagai lokasi menggelar Minum Kopi Bersama.

Minum Kopi Bersama yang dilakukan, Rabu (11/3/2020), itu antara lain dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto dan anggota DPRD Bulukumba Fahidin HDK serta para penyuluh pertanian dan perkebunan se Kabupaten Bulukumba.

Desa Kahayya yang terletak di ketinggian 1.400 di atas permukaan laut (mdpl) berada sekitar 40 Kilometer dari pusat kota Kabupaten Bulukumba. Selain dikenal sebagai salah satu destinasi wisata karena alamnya yang sejuk, desa ini juga populer dengan tanaman kopinya yang beraroma khas. Kopi dari daerah ini diberi nama sesuai nama daerah asalnya, Kahayya.

Terkait peringatan Hari Kopi Nasional 2020, Wabup Bulukumba Tomy Satria yang digadang-gadang bakal maju sebagai salah satu calon bupati pada Pilkada Bulukumba 2020 ini mengatakan, kampanye Pemerintah Kabupaten Bulukumba terhadap Kopi Kahayya baru sekitar empat tahun terakhir digalakkan.

Berita Terkait :
Eksotiknya Pantai Bara Bulukumba

Tomy mengatakan, terhadap pengembangan Kopi Kahayya ini, ada dua hal yang menjadi tugas dinas dan para penyuluh, yaitu lahan kopi yang harus meningkat dan peremajaan pohon kopi tetap dilakukan.

”Penyuluh harus perhatikan dua hal tersebut. Biar kopi di Bulukumba khususnya di Kahayya tetap menjadi lumbung produksi kopi. Kita ini harus bangga dengan cita rasa Kopi Kahayya, sebab itu ke depan dibutuhkan kopi dengan kualitas baik, pengemasannya juga baik, dan peningkatan produksi,” harap Tomy.

Kadis TPHP Bulukumba Emil Yusri mengatakan peran aktif penyuluh pertanian untuk lebih giat melakukan upaya peningkatan pembaharuan pohon kopi yang sudah tua serta mengajak petani untuk lebih produktif.

”Ke depan, penyuluh mesti lebih aktif lagi dan memastikan produksi kopi di Bulukumba ke depan jauh lebih berkualitas dan kuantitasnya pun meningkat,” katanya.

Emil Yusri berharap melalui Peringatan Hari Kopi Nasional ini bisa menjadi momentum untuk menggenjot ekspor kopi khas Bulukumba yang berujung pada kesejahteraan petani dan UKM. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *