Butuh Komitmen Pemerintah Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok

Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 01 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Jalan Bonto Lanra Lorong 2 Makassar. (Foto : Ist/Dok Rusdin Tompo)

MAKASSARCHANNEL.COM – “Sudah lima tahun, Perda Kawasan Tanpa Rokok ini diberlakukan tapi kurang punya dampak, sebab sosialisasinya masih minim,” kata Sri Rahmi, anggota DPRD Sulsel di hadapan seratusan lebih warga Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (1/3/2020).

Karena itu, menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sulsel ini, sosialisasi menjadi penting, supaya penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) efektif.

Ia menilai tidak fair, jika kita menuntut pelaksanaan Perda, sementara sosialisasi tidak dilakukan. Ini menjadi salah satu alasan pelaksanaan kegiatan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 01 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Bonto Lanra Lorong 2 ini menghadirkan Devi Shanty Erawati dan Rusdin Tompo sebagai narasumber.

Devi Shanty Erawati mengapresiasi pelaksanaan program sosialisasi ini mengingat jumlah perokok di Indonesia terbilang banyak.

Berita Terkait :
Perda Kawasan Tanpa Rokok Masih Butuh Sosialisasi

Mantan anggota DPRD Sulsel ini mengutip sejumlah data yang menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan perokok aktif nomor tiga tertinggi di dunia setelah Cina dan India. Sementara di wilayah ASEAN, kita tercatat sebagai yang tertinggi dengan jumlah perokok aktif sebanyak 65,19 juta atau setara 34 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Rusdin Tompo menyampaikan bahwa butuh dukungan semua pihak wujudkan KTR. Apalagi, profil usia perokok belia semakin banyak.

Aktivis anak ini menyebut, mereka yang mulai merokok pada usia 9-14 tahun sudah hampir 20 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *