KPK Periksa Sekjen PDIP, Ini Kasusnya

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di KPK. (Foto : Ibnu/detikcom)

MAKASSARCHANNEL.COM – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyambangi KPK, pagi ini, Rabu (26/2/2020). Mengenakan jas hitam, Hasto yang tiba di KPK sekitar pukul 09.30 WIB, mengaku dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi.

“Hari ini, saya datang memenuhi panggilan undangan dari penyidik KPK, bersifat rahasia untuk menjadi saksi,” kata Hasto di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Hasto mengatakan sebagai warga yang baik, dia datang memenuhi panggilan penyidik KPK. Pemanggilan kali ini, melanjutkan pemeriksaan sebelumnya.

“Lanjutkan yang (perkara, red) kemarin, sama,” ucapnya.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, pemanggilan Hasto terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dengan tersangka eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks Caleg PDIP Harun Masiku. Hasto, sambung Ali, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wahyu Setiawan.

“Sebagai saksi untuk Wahyu Setiawan,” ucap Ali.

Baca Juga :
Gerbang Ilmu, Inovasi Baru SD Negeri Borong

Dalam kasus dugaan suap PAW anggota DPR ini, KPK menetapkan empat tersangka, masing-masing Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku.

Wahyu dijerat saat menjabat Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu yang juga merupakan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sedangkan Saeful, KPK menyebutnya sebagai swasta dan Harun adalah bekas caleg PDIP. KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

Harun disangkakan KPK memberikan suap kepada Wahyu terkait PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Nama Harun disebut didorong DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin. Padahal, bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *