Dana Rp30 M Diduga Masuk Kantong Pengelola King Paraja, Kantornya di Galesong Ditutup, Ini Kata Gassing Rappi

Kantor PT Dua Putra Bangunutama di Jalan Poros Galesong, Takalar. (Foto : Muhammad Said Welikin)

MAKASSARCHANNEL.COM – Penghujung 2019, pihak PT Dua Putra Bangunutama yang berkantor di Jl Poros Galesong, sibuk mempromosikan konsep tentang kawasan hotel-Dreamland (alam mimpi).

Sesuai brosur yang beredar luas di kalangan pengusaha, kawasan yang diberi nama dagang King Paraja itu, terletak di atas lahan seluas 33 hektare milik Haji Gassing Rappi di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Lokasi tersebut berjarak kisaran 10 kilometer dari Kota Pattallassang, ibu kota Kabupaten Takalar, sisi kanan jalan poros Takalar – Jeneponto. Tempat ini digadang-gadang bakal jadi kawasan impian. Namun entah bagaimana, konsep Dua Putra Bangunutama ini tak kunjung jadi kenyataan.

Seorang pengusaha yang beralamat di Perumahan Bombong Indah Takalar, via telepon, Selasa (28/1/2020), mengaku kecewa, lantaran dana sebesar Rp16 juta yang telah diserahkan ke pengembang melalui petugasnya yang bernama Irfan dan Syam, namun proyek yang dijanjikan tak perna ada.

Baca Juga :
KPK Periksa Sekjen PDIP, Ini Kasusnya

Pengusaha yang tak ingin namanya disebut itu, berharap MAKASSARCHANNEL menelusuri permasalahan ini, karena sudah ribut di grup whatsapp tentang ketidakjelasan proyek King Paraja. Bahkan kantor Dua Putra Bangunutama di galesong sudah ditutup.

Dia memperkirakan, dana kisaran Rp30 miliar yang ditarik pengembang dari para pengusaha. Angka itu bisa lebih, karena jumlah pengusaha kelompok K3 (usaha kecil) yang mengambil paket ratusan juta, jumlahnya hampir 100 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *