Pemekaran Desa Berpotensi Geser Agenda Pilkades? Ini Hasil Konsultasi Komisi I DPRD Takalar

Anggota DPRD Takalar yang tergabung dalam Fraksi Takalar Hebat ini, Husniah Rahaman Tayu. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Sejak Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Takalar menggulirkan agenda pemekaran (penataan) desa dan kelurahan, sejak itu di grup-grup medsos menjadikan rencana tersebut sebagai bahan obrolan.

Dikabarkan, desa yang bakal kena pemekaran dan kelurahan yang “ganti kulit” sudah muncul bakal calon kadesnya lengkap dengan tim suksesnya. Bahkan, susunan “kabinet” pun sudah selesai dibuat.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Takalar, Nurdin HS, telah mewanti-wanti pihak birokrat, saat mereka melakukan rapat bersama di ruang Komisi I DPRD Takalar, Jumat (31/1/2020).

Kala itu, Nurdin menyampaikan agar laksanakan saja lebih dahulu pilkades agar tidak ada kerancuan dalam masyarakat. Mengingat jumlah desa yang menyelenggarakan Pilkdes sebanyak ada 50, ditambah agenda pemekaran 30 desa dan kelurahan.

Baca Juga :
Eksotiknya Pantai Bara Bulukumba

Namun, saat itu, Faizal Sahing mengatakan, kedua agenda tersebut tetap bisa dilaksanakan bersamaan, sama seperti ketika dilakukan pemekaran Kecamatan Tanakeke yang berlangsung nyaris tanpa kendala.

Pernyataan pihak birokrat yang diwakili Faizal Sahing ini, sontak mendapat tanggapan beragam.

Menurut, Husniah Rahman Daeng Tayu, via whatsapp mengungkap keheranannya. Dia mengatakan, “Ini yang saya gagal paham karena terkesan dipaksakan sekali moso kelurahan tengah kota mau dimekarkan, tapi bukan kelurahan semua malah ada desa.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *