Perda Kawasan Tanpa Rokok Masih Butuh Sosialisasi

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Rahmi, menghadiri Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok di Jl Sultan Alauddin 3 Lrg 5A Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Ahad (19/1/2020). (Foto : Ist/Dokumentasi Rusdin Tompo)

MAKASSARCHANNEL.COM – Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) rupanya masih butuh sosialisasi. Pasalnya, meski Peraturan Daerah ini sudah diberlakukan hampir lima tahun, tapi belum banyak yang mengetahui pelaksanaannya.

Bahkan, sekalipun ada ungkapan “merokok itu hanya bakar uang” atau perbuatan mubazir, juga ada peringatan “merokok itu membunuhmu”, perilaku merokok tetap saja tidak mudah dihentikan.

Hal itu terungkap pada Kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulawesi Selatan No 01 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jl Sultan Alauddin 3 Lrg 5A Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Ahad (19/1/2020).

Kegiatan ini menghadirkan Sri Rahmi, anggota DPRD Provinsi Sulsel, periode 2019-2024, Susy Smita Pattisahusiwa dan Rusdin Tompo sebagai narasumber. Hadir pula dua kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga merupakan anggota DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq dan Yeni Rahman.

Sri Rahmi, yang terpilih untuk periode kedua sebagai anggota DPRD Provinsi ini menyatakan bahwa apa yang dilakukan di tengah-tengah warga Kelurahan Mangasa ini, merupakan agenda DPRD Sulsel dan menjadi bagian dari tanggung jawabnya menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Baca Juga :
Alumni Angkatan 82 SMAN 1 Bulukumba Ngumpul Lagi

Ditambahkan, sejak tanggal 17 hingga 19 Januari 2020, semua anggota dewan yang jumlahnya 85 orang turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing mengadakan dialog dan tatap muka dengan tokoh masyarakat serta warga di dapilnya.

“Jadi, kami lagi berada di dapil masing-masing untuk sosialisasikan Perda, yang jadi bagian dari fungsi legislasi kami. Ada banyak Perda dihasilkan dan itu harus diketahui masyarakat, apa isinya,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda itu.

Wanita yang biasa menuliskan tagar (#) NakkeBundaji di akun medsosnya itu memang selama ini fokus pada Perda yang berkaitan dengan isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta layanan publik. Saya kebetulan juga inisiator dan penyusun Perda KTR tingkat Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *