Syamsari Kitta Mangkir Dari Panggilan Polisi, Ini Kata Kabid Humas Polda

MAKASSARCHANNEL.COM – Sejak surat panggilan bernomor: B/ 52/ I/ RES.1.11/ 2020/ Ditreskrimum dari Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel terhadap Syamsari Kitta dengan alamat Jl Kartini No 1 Takalar, menyeruak ke ruang publik, Senin (13/1/2020), beragam spekulasi pun bermunculan.

Redaksi media ini “kebanjiran” pesan melalui WhatsApp. Tak terhitung pula yang menelepon langsung ingin mengetahui perkembangan kasus yang melilit Syamsari Kitta sehingga dipanggil oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel. Termasuk salah seorang kerabat Syamsari Kitta turut menelpon, Senin(13/1/2020), mengungkapkan keheranannya terhadap pemberitaan yang menyoal permasalahan ini.

“Padahal kasus ini hanyalah soal utang-piutang antara lelaki NS dan HT. Kebetulan lelaki HT pernah dekat dengan Syamsari Kitta,” ungkpa pria yang kebetulan mengabdi sebagai bhayangkara negara tersebut.

Konon, lelaki SN yang aparat sipil negara pernah menyerahkan sejumlah uang kepada HT untuk menguruskan agar mendapat jabatan di lingkup Pemkab Takalar.

Baca Juga :
Alumni Angkatan 82 SMAN 1 Bulukumba Ngumpul Lagi

Kerabat Syamsari Kitta berharap MAKASSARCHANNELCOM “meluruskan” informasi yang berkembang, karena isunya semakin “liar”. Dia menyarankan agar wartawan media menanyakan kasusnya ke penyidik bernama Agus Purwanto.

Merespon keheranan keraabat Syamsari Kitta itu, wartawan media ini menimpali bahwa isu wajar berkembang dan menjadi perhatian publik karena Syamsari Kitta saat ini bukan “orang biasa”. Dia adalah orang nomor satu di Takalar.

Terkait mangkirnya Syamsari Kitta dari panggilan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan, “Cuma undangan klarifikasi saja dan belum datang.”

Menjawab pertanyaan wartawan tentang jadwal pemanggilan susulan yang dilayangkan kepada Syamsari Kitta, Ibrahim Tompo belum memberi jawaban detail dan hanya menjawab singkat.

“Belum ada konfirmasinya,” kata Ibrahim Tompo. (kin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *