DPRD Takalar Mulai “Bersih-bersih”

MAKASSARCHANNEL.COM – Mengakhiri tahun 2019 sekaligus mengawali tahun 2020, Badan Kehormatan(BK) DPRD Takalar merespons pengaduan masyarakat terkait dugaan gratifikasi yang diterima oknum anggota Banggar (Badan Anggaran).

Sebagaimana copian undangan dari BK (Badan Kehormatan) kepada salah seorang warga masyarakat yang kebetulan berprofesi sebagai ASN (Aparat Sipil Negara) dan beredar luas di kalangan wartawan Takalar dan telah menjadi konsumsi publik melalui media.

Terkait informasi tersebut, Ketua BK DPRD Takalar, Andi Noor Zaelan, kepada media ini melalui telepon, Kamis(2/1/2020), mengatakan, “Benar bahwa BK mulai melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi atas pengaduan masyarakat tentang dugaan gratifikasi negatif yang diterima oleh oknum Banggar.”

Andi Noor Zaelan yang akrab disapa Andi Elang menegaskan, “BK dalam melaksanakan tugasnya tetap berpedoman pada regulasi yang ada. Yakni PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Propinsi, Kabupaten dan Kota.”

Baca Juga :
Berhujan-hujan Kapolda dan Pejabatnya Pantau Malam Pergantian Tahun 2019-2020

Dijelaskan, Pasal 56 ayat(1) huruf(c) Melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi atas pengaduan Pimpinan DPRD, Anggota DPRD, dan/atau masyarakat. Pasal(3) Dalam melaksanakan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, badan kehormatan dapat meminta bantuan dari ahli independen.

“Selain itu” lanjut Andi Elang, “Pada Pasal 57 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, badan kehormatan berwenang memanggil Anggota DPRD yang diduga melakukan pelanggaran sumpah/janji dan Kode Etik untuk memberikan klarifikasi atau pembelaan atas pengaduan dugaan pelanggaran yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *